Breaking News:

Yogyakarta

DIY Dikepung Provinsi Episentrum Covid-19

Namun di sisi lain, pihaknya mencermati kasus Covid-19 harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan pada berbagai aktivitas yang mulai berja

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana (dua dari kiri) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY melakukan rapat koordinasi di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2020).

Seusai rapat, Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana mengatakan dari rapat tersebut terdapat beberapa catatan.

"Kasus di DIY yang mulai akhir Juli Agustus ada peningkatan. Kemudian juga kita dikelilingi oleh episentrum. Bahkan Pak Presiden menugaskan Pak Luhut dan Pak Doni Monardo untuk menangani 9 provinsi episentrum," ujarnya dalam Jumpa Pers.

Biwara menambahkan, 5 dari 9 episentrum di Jawa artinya Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hal tersebut lantaran di Jawa potensi mobilitas orang keluar masuk dari daerah episentrum tinggi.

Banyak Pengunjung Malioboro yang Abaikan Protokol Kesehatan, Satpol PP Siap Terapkan Sanksi Maksimal

"Lha sementara di DKI ada PSBB. Ada kecenderungan juga kegiatan-kegiatan itu menarik untuk diadakan di Yogya. Kegiatan rapat dinas, FGD, kemudian pertemuan-pertemuan MICE itu memang salah satu motor penggerak ekonomi di DIY," bebernya.

Biwara menambahkan, sebenarnya kondisi tersebut adalah tanda indikasi ekonomi mulai menggeliat.

Namun di sisi lain, pihaknya mencermati kasus Covid-19 harus diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan pada berbagai aktivitas yang mulai berjalan.

"Terkait dengan yang lain bersinergi nanti bidang penegakan hukum bersama TNI, Polri, secara berjenjang di provinsi. Ada tentu Polda, Korem, Satpol PP dan kabupaten. Jangan di satu kabupaten berbeda dengan yang lain supaya semua kemudian mempunyai pemahaman dan edukasi yang sama untuk menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Cegah Penularan COVID-19, Satu SD Negeri di Sleman Tutup 14 Hari

Tidak bisa serta merta seluruh urusan diserahkan kepada penegak hukum, Biwara meminta kesadaran masyarakat untuk bisa menjadi subjek kebijakan penanganan Covid-19.

"Membangun kesadaran itu yang saya kira perlu. Tadi Pak Wawali menyampaikan misalnya akan ada penyemprotan lagi di kampung-kampung. Di samping aspek kesehatan, di situ juga membangun kesadaran bahwa ancaman ini masih ada. Jadi ketika aktivitas mulai bertambah mulai berkembang akan dibarengi tingkat kerentanan atau potensi yang semakin meningkat karena itu upaya penerapan protokol kesehatan menjadi sangat penting," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved