Yogyakarta
Petakan Wilayah Rawan Bencana, Musim Hujan Mendatang BPBD DIY Waspadai Dua Hal Ini
Pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) tanah longsor dan banjir bandang di kawasan bantaran sungai menjadi agenda prioritas terdekat ke depan, selain pe
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu bulan menjelang musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai bersiap.
Pemetaan kawasan rawan bencana (KRB) tanah longsor dan banjir bandang di kawasan bantaran sungai menjadi agenda prioritas terdekat ke depan, selain penanganan Covid-19.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, trend bencana banjir dan tanah longsor menjadi agenda kesiap siagakan rutin saat musim hujan.
Beberapa titik rawan kebencanaan pun turut dipantau dan dalam persiapan mitigasi untuk ke depan.
• BMKG Yogyakarta Ingatkan Petani dan Warga Bantaran Sungai Bersiap Hadapi Musim Hujan Mendatang
Untuk Kabupaten Sleman misalnya, ancaman banjir guguran serta longsor, khususnya bagi penambang pasir menjadi ancaman besar.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD setempat agar menyiapkan langkah-langkah strategis.
"Saat ini memang mulai dilakukan pembahasan terkait penanganan peristiwa alam di antaranya banjir guguran lahar di Sleman, hingga longsor dan banjir bandang di kawasan Kota Yogyakarta," katanya, Selasa (8/9/2020).
Danang melanjutkan, untuk wilayah Kabupaten Sleman terdapat 19 desa yang tergolong kawasan rawan bencana.
Sementara terdapat16 kecamatan di DIY rawan terjadi longsor. Dan sebanyak 15 kecamatan rawan bencana banjir.
Menurutnya titik longsor yang terjadi selama ini berada di kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul karena kondisi wilayah yang berbukit.
Sementara untuk banjir banyak terdapat di kabupaten Bantul, Kulonprogo dan kota Yogya.
• BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di DIY Jatuh di Oktober
Masih kata Danang, untuk pemetaan berdasarkan kecamatan rawan longsor, BPBD DIY mencatat di kabupaten Bantul terdapat di kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret dan Piyungan.
Untuk Kabupaten Kulonprogo terdapat di kecamatan Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.
Sementara Kabupaten Gunungkidul terdapat di kecamatan Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin dan Ponjong.