Yogyakarta
BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di DIY Jatuh di Oktober
Musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan terjadi di dasarian tiga atau menjelang akhir bulan Oktober mendatang.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan terjadi di dasarian tiga atau menjelang akhir bulan Oktober mendatang.
Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta juga memprediksikan curah hujan di DIY di awal musim cenderung rendah hingga menengah.
Namun, BMKG memprediksikan akan terjadi fenomena La Nina lemah hingga moderat, yang mengakibatkan curah hujan menjadi tinggi.
Fenomena La Nina sendiri merupakan anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudra pasifik.
• Penjelasan BMKG Yogyakarta Kenapa Musim Kemarau Masih Turun Hujan
"Hal itu memang berpotensi mengakibatkan curah hujan di Indonesia termasuk DIY akan tinggi. Prediksinya bulan Oktober akan jatuh musim hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, Selasa (8/9/2020)
Potensi La Nina lemah ini akan terus berlangsung selama musim hujan antara Oktober sampai Maret.
Fenomena La Nina sendiri dipicu adanya perbedaan suhu muka laut di Pasifik Ekuator dengan suhu muka laut di wilayah Indonesia.
Dalam hal ini suhu muka laut di Pasifik Ekuator lebih dingin.
Sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia termasuk DIY yang berakibat curah hujan akan tinggi.
• Persiapan Masuk Musim Penghujan, BPBD Kota Yogya Minta Masyarakat Pantau Daerah Rawan
Reni menambahkan, diprediksikan curah hujan dengan intensitas menengah akan merata apabila indikasi fenomena La Nina terjadi saat bulan Oktober mendatang.
"Umumnya di tahun sebelumnya memang di DIY kriteria curah hujannya rendah hingga menengah. Jika ada indikasi La Nina kemungkinan curah hujan menengah akan merata di DIY," tutup Reni. (TRIBUNJOGJA.COM)