Yogyakarta
BMKG Yogyakarta Ingatkan Petani dan Warga Bantaran Sungai Bersiap Hadapi Musim Hujan Mendatang
Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus melakukan beberapa persiapan untuk menyambut musim hujan yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Oktober
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.CON, YOGYA - Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus melakukan beberapa persiapan untuk menyambut musim hujan yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Oktober mendatang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyebut awal musim hujan diperkirakam akan jatuh dibulan Oktober.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menganggap, puncak musim kemarau di DIY sudah dilalui pada bulan Agustus lalu. Sehingga saat ini masih termasuk pada musim peralihan.
Namun demikian, beberapa wilayah di DIY sudah dapat diperkirakan jika akan terjadi curah hujan yang tinggi.
• BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di DIY Jatuh di Oktober
"Pada bulan November nanti kemungkinan curah hujan termasuk kategori menengah hingga tinggi," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (8/9/2020).
Reni mengatakan, di awal Oktober nanti curah hujan di beberapa wilayah yakni di Kabupaten Gunung Kidul, Kulonprogo, Bantul dan Kota Yogyakarta termasuk rendah dengan kapasitas 51-100 mm per bulan.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Sleman termasuk dalam ketegori menengah dengan curah hujan di bulan tersebut mencapai 151-200 mm.
Sedangkan curah hujan akan diperkirakan tinggi saat memasuki bulan November dengan curah hujannya mencapai 201 hingga 400 mm per bulan.
Intensitas tinggi tersebut akan dialami merata seluruh wilayah DIY. Di antaranya Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta intensitas curah hujan mencapai 301 hingga 400 mm per bulan.
Sementara satu wilayah yakni di Kabupaten Gunung Kidul mencapai 201 hingga 300 mm per bulan.
• Penjelasan BMKG Yogyakarta Kenapa Musim Kemarau Masih Turun Hujan
"Untuk November curah hujan di DIY umumnya termasuk kategori menengah hingga tinggi," sambung dia
Reni turut mengimbau khususnya bagi warga di bantaran sungai agar mewaspadai adanya terpaan air yang cukup tinggi di awal musim hujan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para petani agar menyiapkan keperluan tanam saat memasuki musim hujan.
"Tentu warga bantaran sungai patut untuk waspada kiriman air. Termasuk para petani juga perlu menyiapkan masa tanam ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/musim-hujan_20180426_100206.jpg)