Menengok Suasana dan Protokol Baru serta Tata Cara Memasuki Kawasan Malioboro Yogyakarta
Di ujung utara, tepatnya di depan Hotel Grand Inna Malioboro dan ujung selatan tepatnya di depan toko Hamzah Batik, telah dipasang papan QR Code
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada pemandangan yang berbeda saat memasuki kawasan Malioboro saat ini.
Sejak Rabu (10/6/2020) lalu, setiap pejalan kaki yang melintasi Malioboro diwajibkan mengisi buku tamu virtual.
Di ujung utara jalan Malioboro, tepatnya di depan Hotel Grand Inna Malioboro dan ujung selatan Malioboro tepatnya di depan toko Hamzah Batik, telah dipasang papan QR Code.
Setidaknya ada empat anggota Jogoboro atau petugas keamanan kawasan Malioboro yang berjaga di masing-masing pos masuk.
• Polresta Yogyakarta Bentuk Tim Satgas untuk Jaga Kawasan Tugu, Malioboro hingga Keraton
• Rapid Test Acak Akan Digelar di 3 Titik Kawasan Malioboro
Reporter Tribunjogja.com pada Sabtu (13/6/2020) siang inipun mencoba memasuki jalur pedestrian Malioboro.
Saat tiba di pos utara, petugas Jogoboro langsung menyapa dan meminta untuk memeriksa suhu tubuh dengan thermo gun.
Berikutnya, Reporter Tribunjogja.com diminta untuk men-scan QR Code yang disediakan.
Jika belum memiliki aplikasi pembaca QR Code, pengunjung akan diminta mengunduh aplikasi terlebih dahulu.
Setelah berhasil mengunduh dan men-scan QR Code, secara otomatis akan muncul kolom nama dan nomor HP untuk diisi oleh pengunjung.
Jika pengunjung tidak membawa HP sendiri atau tidak berhasil mengunduh, petugas Jogoboro akan meminjamkan HP yang berisi isian yang sama, yakni nama dan nomor HP untuk diisi oleh pengunjung.
"Data ini akan masuk ke Balai Kota," ujar Dian Setiawan, seorang anggota Jogoboro yang bertugas siang itu.
• Masuk Pedestrian Malioboro Yogyakarta Diminta Registrasi Gunakan QR Code
• Pengunjung Malioboro Diharapkan Unduh QRcode Scanner
Dian menjelaskan, buku tamu virtual tersebut bertujuan untuk mendata siapa saja yang berkunjung ke Malioboro.
"Sejak ada ini (QR Code) pengunjung tidak terlalu berjubel. Selain itu, data juga digunakan untuk memudahkan tracing," ungkap Dian.
Menurutnya, pengunjung Malioboro ramai pada waktu-waktu tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petugas-berjaga-di-kawasan-malioboro.jpg)