Breaking News:

Yogyakarta

Dua Perusahaan dalam Pengawasan Disnakertrans DIY Terkait Pemberian THR

Di tenhah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kebutuhan ekonomi menjadi sangat sulit untuk dikejar. Imbasnya, beberapa karyawan swasta mulai menyuaraka

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kabid Hubungan Industri dan perlindungan Kerja Ariyanto Wibowo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tenhah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kebutuhan ekonomi menjadi sangat sulit untuk dikejar.

Imbasnya, beberapa karyawan swasta mulai menyuarakan terkait kejelasan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, data Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY mencatat ada Sekitar 887 pekerja yang terancam tidak mendapat THR.

Menanggapi hal itu, Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo mengatakan, untuk saat ini Disnakertrans masih terus berkoordinasi dengan para pengusaha dan tim pengawas.

THR Wajib Diberikan, Pengusaha yang Terlambat Bayar Tunjangan Hari Raya Bakal Kena Denda

Koordinasi tersebut dilakukan lantaran ada 2 perusahaan yang memang menyatakan tidak sangggup memberikan THR.

Sebelumnya, Disnakertrans menyampaikan ada 13 perusahaan yang berkonsultasi untuk melakukan penangguhan.

Setelah dilakukan mediasi antara serikat dan juga tim pengawas serta pihak Disnakertrans, akhirnya yang benar-benar enggan memberikan THR tersisa dua perusahaan.

Dua perusahaan tersebut bergerak dibidang manufaktur dan lembaga penyiaran.

Saat ini, Disnakertrans sedang melakukan mediasi, apakah kondisi perusahaan benar-benar layak atau tidak jika harus menghilangkan THR bagi para karyawannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved