Yogyakarta

Tolak Omnibus Law, KSPSI DIY : Lengkap Sudah Penderitaan Buruh di Yogyakarta

Wacana penerbitan UU Cipta Lapangan Kerja, atau omnibus law oleh pemerintah pusat disebut DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DI

Tolak Omnibus Law, KSPSI DIY : Lengkap Sudah Penderitaan Buruh di Yogyakarta
istimewa
Ratusan buruh menggelar aksi damai menolak omnibus law, di halaman gedung DPRD DIY, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana penerbitan UU Cipta Lapangan Kerja, atau omnibus law oleh pemerintah pusat disebut DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY bakal semakin menyengsarkan nasib kalangan buruh di seantero Yogyakarta.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua DPD KSPSI DIY, Kirnadi, saat menggelar aksi damai, sekaligus audiensi dengan DPRD DIY, di gedung setempat, Rabu (12/2/2020) siang.

Menurutnya, omnibus law nantinya akan berdampak langsung pada upah minimum di DIY.

Ia menjelaskan, dalam RUU tersebut dipaparkan soal pemakaian Upah Minimum Provinsi (UMP), bukan lagi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Padahal, UMP DIY (Rp 1,7 juta) adalah yang terendah di Indonesia. Jika dibandingkan, sebagai contoh, UMK Kota Yogyakarta berada di angka Rp 2 juta.

Pemkot Yogyakarta Kaji Penerapan Upah Minimum Sektoral Kota di Sektor Pariwisata

"Jadi, lengkap sudah, Yogya sebagai daerah dengan upah terendah ini, semakin komplit penderitaannya. Upahnya terendah, jaminan sosialnya dikurangi," katanya, seusai audiensi dengan DPRD DIY.

Walau begitu, jelasnya, kemungkinan turunnya UMP bisa dibilang hampir mustahil.

Namun, dengan RUU itu, di masa depan, kenaikan signifikan bagi UMP DIY pun menjadi makin sulit terrealisasi.

Padahal, ia menilai, sudah saatnya DIY terapkan upah sektoral.

"Hari ini kan di Yogyakarta harusnya sudah menikmati upah sektoral. Ya, yang unggulan-unggulan itu, misal pariwisata, kalau hotel seharusnya di atas UMK lah, seperti ini kan menjadi tidak adil," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved