Gunungkidul

GTT di Gunungkidul Sayangkan Tidak Ada Formasi untuk P3K

Guru Tidak Tetap (GTT) mengeluhkan tidak ada pembukaan formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) pada tahun ini.

GTT di Gunungkidul Sayangkan Tidak Ada Formasi untuk P3K
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM - Guru Tidak Tetap (GTT) mengeluhkan tidak ada pembukaan formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) pada tahun ini.

Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN), Aris Wijayanto mengatakan P3K hanyalah satu-satunya cara bagi guru yang telah melampaui batas usia Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kami menyayangkan tidak adanya formasi untuk menjadi P3K karena banyak dari GTT yang berumur lebih dari persyaraatan yang ditentukan untuk menjadi CPNS," ujarnya, Kamis (28/11/2019).

Sambung Aris, beberapa GTT tang umurnya di bawah 35 tahun ada beberapa yang ikut mendaftar sebagai CPNS.

Tidak Ada Rekrutmen P3K Tahun Ini, GTT di Gunungkidul Berharap Mendikbud Perhatikan Nasib Guru

"Ada beberapa yang mendafatar CPNS tetapi saya tidak tahu ada berapa jumlahnya," imbuhnya.

Aris mengungkapkan, saat ini honor sebagai guru honorer tiap bulannya berkisar antara Rp 700 hingga Rp 800 ribu.

Pihaknya juga mendengar bawa tahun depan honor GTT dikabarkan naik.

"Kabar yang kami dengar naik sekitar Rp 150 ribu tetapi itu baru kabar yang kami dengar belum pasti juga karena masalah honor ini masih melihat kondisi keuangan daerah," ucapnya.

Saat ini menurut Aris, hanya kenaikan honor dari Pemkab Gunungkidul yang diharapkan bisa membantu kesejahteraan Guru Tidak Tetap di Gunungkidul.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan untuk kenaikan honor para GTT di Gunungkidul, namun untuk besaran berapa dirinya masih enggan untuk membeberkannya.

Gaji di Bawah UMK, GTT di Gunungkidul Keluhkan Sulit Akses Jaminan Kesehatan

"Tahun depan kami rencanakan naik untuk besaran belum bisa saya sampaikan kalau prosentase ya sekitar 50 persenan lah," imbuhnya.

Saat ini GTT yang telah menjadi guru pengganti kurang lebih sebanyak 800 orang di Gunungkidul.

"Kalau di Gunungkidul bukannya SK bupati tetapi, upati memandatkan kepada kepala dinas untuk memberikan surat sebagai guru pengganti," imbuhnya.

Sementara itu Wakil bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan untuk perasalahan GTT di Gunungkidul seharusnya segera diselesaikan. Misalnya dengan menutup formasi untuk GTT di sekolah-sekolah.

"Sekarang kan yang menjadi masalah belum terangkatnya par GTT ini, sebaiknya stop dulu rukrutmen untuk GTT menunggu GTT lama sudah terangkat lalu barulah diperbolehkan mengangangkatt guru honorer," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved