Gunungkidul

Gaji di Bawah UMK, GTT di Gunungkidul Keluhkan Sulit Akses Jaminan Kesehatan

Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Gunungkidul kesulitan mengakses surat keterangan tidak mampu, yang digunakan untuk mengakses jaminan kesehatan.

Gaji di Bawah UMK, GTT di Gunungkidul Keluhkan Sulit Akses Jaminan Kesehatan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pengahasilan lebih rendah dibanding dengan kuli bangunan, Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Gunungkidul kesulitan mengakses surat keterangan tidak mampu, yang digunakan untuk mengakses jaminan kesehatan.

Ketua Forum Sekolah Honorer (FHSN) Kabupaten Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, selama ini pihaknya tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah daerah.

"Ibarat kami ini pendapatan per bulan dari mengajar lebih sedikit daripada kuli bangunan, tetapi ketika kami meminta jaminan kesehatan ataupun surat tidak mampu. Kami selalu ditolak dengan alasan status kita sebagai guru," ungkapnya saat dihubungi Tribunjogja.com melalui pesan singkat, Rabu (18/8/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ia mengatakan saat ini GTT di Gunungkidul telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Guru Pengganti.

Dari SK tersebut para GTT mendapatkan honor sebesar Rp 700 ribu per bulannya.

"Setiap ada pendataan tentang berbagai jaminan dari pemerintah kami selalu diabaikan, karena kami dianggap sudah mampu dengan status guru, padahal kenyataannya berbanding terbalik," ucapnya.

Aris mengatakan, besaran honor yang diterima dari mendapatkan SK Guru pengganti juga masih dirasa belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Namun pihaknya tetap mengapresiasi Pemkab Gunungkidul dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan (Olahraga Disdikpora) dengan menerbitkan SK Guru Pengganti.

Dongkrak Semangat Pendidik, Pemkab Bantul Pastikan 2019 Ini Intensif GTT/PTT Naik

"Kami apresiasi karena tuntutan kami sudah diakomodir, dengan adanya SK tersebut berarti keberadaan kami GTT sudah diakui oleh Pemkab Gunungkidul. Kami berharap ke depan honor kami bisa menyamai Upah Minimum Regional (UMR), mengingat beban kerja kami sama dengan guru PNS," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved