Bantul

Direlokasi, Pedagang Kuliner Pasar Seni Gabusan Minta Ada Kejelasan

Menurut dia, berjualan di halaman depan yang notabenenya berada dipinggir jalan Parangtritis saja selama ini tidak ramai.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Pasar Seni Gabusan (PSG) yang kini semakin sepi pengunjung. Rencananya lokasi ini akan dijadikan Taman Budaya. Foto diambil Rabu (7/3/2018). 

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Zona Paramitha menyampaikan, aspirasi para pedagang kuliner dalam proses penataan ulang pasar seni Gabusan menurutnya akan diterima.

Pihaknya melakukan survei ke lokasi. Ia mengatakan, dalam proses penataan, pedagang dan Pemerintah memiliki passion masing-masing.

Hidupkan Kembali Pasar Seni Gabusan, Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 1 Miliar

"Jadi pemerintah memiliki rencana ini, tetapi pedagang idealnya ingin seperti ini. Kita temukan ditengah tengah. Tapi intinya mereka setuju dengan konsep kita, untuk ditata kembali," ujar dia.

Zona mengatakan, dalam penataan pasar seni gabusan, awalnya Pemerintah menginginkan ada food court.

Tetapi karena ada permintaan dari pedagang kuliner, maka nantinya ada perubahan.

Namun tidak merusak konsep perencanaan awal.

"Awalnya ada food court, tetapi nanti kita bagi jenis makanan, ringan dan berat. Itu yang kita pisah. Hari ini kita cek lokasi menentukan relokasi," ungkap Zona.

Menurut dia, penataan ulang pasar seni gabusan nantinya para pedagang kuliner akan dijadikan satu.

Bukan di depan tetapi masuk ke dalam.

Pemerintah menurut dia nantinya akan membuatkan fasilitas standar kuliner, berupa penyekat, hingga dapur bersama.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved