Bantul

Direlokasi, Pedagang Kuliner Pasar Seni Gabusan Minta Ada Kejelasan

Menurut dia, berjualan di halaman depan yang notabenenya berada dipinggir jalan Parangtritis saja selama ini tidak ramai.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Pasar Seni Gabusan (PSG) yang kini semakin sepi pengunjung. Rencananya lokasi ini akan dijadikan Taman Budaya. Foto diambil Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berencana melakukan penataan ulang di Kawasan pasar seni gabusan (PSG).

Sejumlah fasilitas dibangun, termasuk akan menata ulang atau merelokasi sejumlah pedagang kuliner.

Nantinya, pedagang kuliner yang biasanya berada halaman depan, akan dijadikan satu, dipindahkan lebih masuk kedalam.

Kebijakan tersebut menuai respon dari para pedagang.

Mereka mengajukan keberatan.

Tidak mau dipindahkan masuk kedalam sebelum benar-benar ada perhatian dan kejelasan dari Pemerintah.

Pasar Seni Gabusan Akan Dipasang WiFi

"Kami tidak setuju dipindahkan kedalam. Karena dimungkinkan tidak ada yang beli," kata salah satu perwakilan pedagang kuliner pasar seni gabusan, Petrus Wijiantoro, saat audiensi dengan Bupati Bantul, Senin (25/11/2019).

Menurut dia, berjualan di halaman depan yang notabenenya berada dipinggir jalan Parangtritis saja selama ini tidak ramai.

Bahkan cenderung sepi.

Apalagi mau dipindahkan lebih kedalam.

Masuk sampai di Los 16.

Ia khawatir para pedagang akan sepi pembeli.

"Kami minta ada kejelasan. Kalau memang ada relokasi. Paling tidak kami dipindah namun yang sesuai. Ada tempat dapurnya," kata dia.

Pedagang kuliner yang selama ini berjualan di area depan pasar Seni Gabusan, jumlahnya ada 11 orang.

Mereka menempati 8 kios. Berjualan sudah sejak tahun 2012 silam. Kios kios yang mereka tempati saat ini diberikan kepada para pedagang diera Bupati Sri Surya Widati.

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Zona Paramitha menyampaikan, aspirasi para pedagang kuliner dalam proses penataan ulang pasar seni Gabusan menurutnya akan diterima.

Pihaknya melakukan survei ke lokasi. Ia mengatakan, dalam proses penataan, pedagang dan Pemerintah memiliki passion masing-masing.

Hidupkan Kembali Pasar Seni Gabusan, Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 1 Miliar

"Jadi pemerintah memiliki rencana ini, tetapi pedagang idealnya ingin seperti ini. Kita temukan ditengah tengah. Tapi intinya mereka setuju dengan konsep kita, untuk ditata kembali," ujar dia.

Zona mengatakan, dalam penataan pasar seni gabusan, awalnya Pemerintah menginginkan ada food court.

Tetapi karena ada permintaan dari pedagang kuliner, maka nantinya ada perubahan.

Namun tidak merusak konsep perencanaan awal.

"Awalnya ada food court, tetapi nanti kita bagi jenis makanan, ringan dan berat. Itu yang kita pisah. Hari ini kita cek lokasi menentukan relokasi," ungkap Zona.

Menurut dia, penataan ulang pasar seni gabusan nantinya para pedagang kuliner akan dijadikan satu.

Bukan di depan tetapi masuk ke dalam.

Pemerintah menurut dia nantinya akan membuatkan fasilitas standar kuliner, berupa penyekat, hingga dapur bersama.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved