Bantul

Pasar Seni Gabusan Akan Dipasang WiFi

Sebagai percontohan, ruang milenial Kelompok Informasi Masyarakat pertama yang sudah memiliki layanan WiFi akan diresmikan di Desa Sriharjo, Imogiri,

Pasar Seni Gabusan Akan Dipasang WiFi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul berencana memasang fasilitas WiFi di pasar seni Gabusan.

Pemasangan rencananya akan dilakukan bulan Desember, seiring dengan renovasi pasar yang berada di Jalan Parangtritis itu.

"Dipasar seni gabusan akan dipasang WiFi, sekitar 9 atau 10 titik. Diresmikan nanti di bulan Desember," kata Kepala Diskominfo Bantul, Ir. Fenty Yusdayati, Sabtu (16/11/2019)

Rencana Penerapan Program Jogja Smart Province, Diskominfo DIY Bakal Edukasi Warga

Fenty menjelaskan, Diskominfo selama ini sudah memasang 96 titik WiFi di Kabupaten Bantul. 

Kedepan, menjelang akhir tahun 2019 pihaknya berencana menambah pemasangan WiFi di 14 titik lagi.

9 atau 10 titik di antaranya dipasang di pasar Seni Gabusan, lainnya akan dipasang di ruang milenial kelompok informasi masyarakat di Desa Sriharjo, Imogiri Bantul.

Melalui pemasangan WiFi publik itu, Fenty berharap, akses informasi dimasyarakat desa akan bisa berjalan lebih cepat. Terlebih dengan bantuan peran aktif dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Hidupkan Kembali Pasar Seni Gabusan, Pemkab Bantul Gelontorkan Anggaran Rp 1 Miliar

"Nanti KIM itu bukan hanya sebatas penyampai informasi. Tetapi menjadi semacam start up kecil di desa. Menjual produk dan menginformasikan apapun bisa," terang dia.

Sebagai percontohan, ruang milenial Kelompok Informasi Masyarakat pertama yang sudah memiliki layanan WiFi akan diresmikan di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul.

Tahun depan, Fenty menargetkan, layanan WiFi publik akan terus diperbanyak. Menyasar di 15 Desa lainnya.

Melalui KIM dan akses WiFi, anak-anak muda desa diharapkan dapat berkarya. Melalui promosi wisata, potensi daerah maupun kerajinan.

"Jadi keinginan pak Bupati, supaya masyarakat desa dapat akses informasi. Sekaligus sebagai sarana menyebar luaskan produk setempat sehingga diharapkan dapat mengurangi pengangguran," ujar dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved