Bantul
Direlokasi, Pedagang Kuliner Pasar Seni Gabusan Minta Ada Kejelasan
Menurut dia, berjualan di halaman depan yang notabenenya berada dipinggir jalan Parangtritis saja selama ini tidak ramai.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berencana melakukan penataan ulang di Kawasan pasar seni gabusan (PSG).
Sejumlah fasilitas dibangun, termasuk akan menata ulang atau merelokasi sejumlah pedagang kuliner.
Nantinya, pedagang kuliner yang biasanya berada halaman depan, akan dijadikan satu, dipindahkan lebih masuk kedalam.
Kebijakan tersebut menuai respon dari para pedagang.
Mereka mengajukan keberatan.
Tidak mau dipindahkan masuk kedalam sebelum benar-benar ada perhatian dan kejelasan dari Pemerintah.
• Pasar Seni Gabusan Akan Dipasang WiFi
"Kami tidak setuju dipindahkan kedalam. Karena dimungkinkan tidak ada yang beli," kata salah satu perwakilan pedagang kuliner pasar seni gabusan, Petrus Wijiantoro, saat audiensi dengan Bupati Bantul, Senin (25/11/2019).
Menurut dia, berjualan di halaman depan yang notabenenya berada dipinggir jalan Parangtritis saja selama ini tidak ramai.
Bahkan cenderung sepi.
Apalagi mau dipindahkan lebih kedalam.
Masuk sampai di Los 16.
Ia khawatir para pedagang akan sepi pembeli.
"Kami minta ada kejelasan. Kalau memang ada relokasi. Paling tidak kami dipindah namun yang sesuai. Ada tempat dapurnya," kata dia.
Pedagang kuliner yang selama ini berjualan di area depan pasar Seni Gabusan, jumlahnya ada 11 orang.
Mereka menempati 8 kios. Berjualan sudah sejak tahun 2012 silam. Kios kios yang mereka tempati saat ini diberikan kepada para pedagang diera Bupati Sri Surya Widati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-pasar-seni-gabusan_20180307_202059.jpg)