Nuryani Tewas Digigit Ular, Badannya Membiru dan Sempat Mengeluh Sesak Napas
Seorang ibu, bernama Nuryani (32), diduga tewas setelah dipatuk ular berbisa di rumahnya di Pasirkampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur
Dikatakan Nuryati, memang ada luka di jari kelingking kanan almarhum seperti bekas gigitan ular karena terlihat ditusuk jarum.
"Pada saat meninggal di sekujur tubuhnya membiru, dan setahu saya mayat yang normal itu tidak akan membiru," katanya.
Oni (65) Paman Nuryani mengaku sebelumnya pernah ada dua ular di rumah almarhumah sekitar 5 bulan ke belakang.
"Ular itu warnanya hitam di bagian bawah perutnya hitam dengan panjang kurang lebih 2 meter dan berhasil ditangkap diekesekusi mati, sedangkan yang satunya lagi hingga saat ini belum ditemukan," ucapnya.
Empat anaknya jadi yatim piatu
Kini keempat anak Nuryani yakni Heri Misbahudin (18), Cacah (8), Rani (5), dan Ramdan (2) hidup sebagai yatim piatu lantaran ayah mereka pun sudah meninggal lama karena sakit.
Empat orang anak tanpa ayah dan ibu itu kini tinggal di Kampung Pasirkampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Mereka memerlukan uluran bantuan. Mendapat informasi tersebut semua warga bergerak termasuk yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Keempat anak-anak almarhum Nuryani tersebut coba dirangkul oleh Yayasan Perisai Langit yang menyebut akan memenuhi kebutuhan pendidikan sekolah dan sehari-harinya.
Ketua Yayasan Perisai Langit M Agus Sahputra mengatakan, empat anak alamarhum Nuryani tersebut memang sejak lama sudah menjadi prioritas perhatian bagi yayasan tersebut.
Menurutnya anak pertama dan kedua Nuryani, Heri Misbahudin (18) dan Cacah (8) merupakan anak didiknya di Yayasan Perisai Langit.
"Iya, benar kang, keempat anak almarhum ibu Nuryani itu kami usahakan untuk tinggal di Yayasan Perisai Langit. Akan tapi saat ini pihak keluarganya belum bisa melepaskannya dengan alasan masih dalam suasana berkabung," kata M Agus Sahputra.
Agus mengatakan, pada saat mendengar Nuryani meninggal pada Jumat (11/10/2019) lalu yang diduga terkena patuk ular pihaknya langsung mendatangi rumah almarhum dan sekaligus melihat kondisi keempat anak tersebut.
"Alhamdulillah, santunan pun berdatangan baik itu dari salah satu pengusaha asal Cipanas dan juga dari beberapa pesantren ingin sekali ke empat anak tersebut bisa tinggal di pesantren tersebut," katanya. (*)