4 Cara yang Benar untuk Menangani dan Mengobati Gigitan Ular Berbisa
Bukan rahasia lagi, gigitan ular berbisa memang mampu berdampak sangat membahayakan, bahkan mematikan, bagi seseorang.
4 Cara yang Benar untuk Menangani dan Mengobati Gigitan Ular Berbisa
TRIBUNJOGJA.COM - Seorang satpam bernama Iskandar meninggal dunia usai digigit ular di kompleks rumah Gading Serpong Cluster Michelia, Tangerang, Selasa 20 Agustus 2019 setelah waktu Maghrib.
Cerita awalnya satpam berusaha mengusir ular tersebut yang telah mendatangi salah satu rumah warga, namun tiba-tiba ular tersebut mematok tangan Iskandar.
Akhirnya karena dianggap berbahaya Ular tersebut dibunuh, lalu beberapa warga telah menawarkan satpam tersebut untuk diperiksa namun ternyata atpam tersebut menolak karena yang di rasakan hanya gatal-gatal sedikit saja.
Mungkin karena meyakini ular tidak berbisa.
Malahan setelah membunuh ular masih bisa bercanda dengan salah satu rekan yang kemudian merekam video.
Tepat setelah rekam video selesai (16 detik), satpam tersebut pingsan dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setempat.
Belakangan diketahui kalau ular tersebut berbisa jenis weling atau Banded Krait.
Bukan rahasia lagi, gigitan ular berbisa memang mampu berdampak sangat membahayakan, bahkan mematikan, bagi seseorang.
Bahaya ini sebenarnya bisa diminimalisir dengan penangan yang tepat.
Kompas.com merangkum beberapa penanganan gigitan ular yang benar, sebelum mendapat pertolongan medis.
Penanganan gigitan ular sering salah
Kesalahan yang kerap dilakukan masyarakat dalam menangani gigitan ular menurut Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM seperti dilaporkan Kompas.com (1/10/2018) di antaranya adalah menggunakan garam.
Selain itu beberapa kesalahan lain adalah mengikat kencang, mengisap darah di area tergigit, dan cross insisi.
Ia menegaskan, darah korban gigitan ular tak perlu disedot. Hal tersebut berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebut 79 persen gigitan ular tidak melalui pembuluh darah melainkan lewat pembuluh getah bening.
Sehingga menurutnya penangan pertama yang sebaiknya dilakukan adalah imobilisasi, “Prinsipnya imobilisasi. Pergerakan otot akan membuat kelenjar getah bening menyebarkan bisa ularnya, maka kita harus membuat dia (korban) tidak bergerak,” ujar Maha.