Lifestyle

Menyikapi Anak Menyalahkan Diri Sendiri

Pada fase tertentu anak anak usia SMP sudah mulai atau pernah mengalami yang namanya menyalahkan diri sendiri.

Menyikapi Anak Menyalahkan Diri Sendiri
foto : Internet
Ilustrasi Anak Sekolah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada fase tertentu anak anak usia SMP sudah mulai atau pernah mengalami yang namanya menyalahkan diri sendiri.

Hal ini mungkin dianggap sebuah kewajaran lantaran di anak sudah mulai remaja dan mengerti mana yang baik dan mana yang kurang baik.

Namun bila terjadi pada anak usia sekolah dasar, apalagi si anak masih di usia 6 hingga 9 tahun, orang tua kadang bingung harus menyikapi sikap anaknya tersebut.

Seperti pernah dialami Nuzul, ibu tiga anak yang berprofesi sebagai entrepreneur ini.

Anak sulungnya yang saat itu duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar menyalahkan dirinya sendiri karena merasa ia tidak cakap dan cukup pandai sehingga gagal masuk ke kelas akselerasi.

Menuangkan Ide Menjadi Sebuah Buku

"Si sulung bilang, aku ini bodoh berarti, tak berguna karena ngga bisa masuk kelas akselerasi, padahal teman yang nilainya di bawah aku bisa masuk. Saya kaget, anak kecil sudah bisa bilang seperti itu," kata Nuzul.

Nuzul pun mencoba tenang menghadapi gerutu si anak.

Ia mencoba menjelaskan bahwa tak semua cita cita itu bisa terwujud meskipun sudah ada usaha keras dan doa.

Perlahan anaknya mulai bisa move on dan bisa menerima kenyataan tak terpilih masuk ke kelas akselerasi.

Senada diungkapkan Adriana Dise, anaknya yang saat itu masih duduk di bangku taman kanak-kanak juga pernah menyalahkan dirinya sendiri lantaran tak bisa menjawab pertanyaan guru.

Halaman
123
Penulis: yud
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved