7 Bahan Baju Paling Dingin dan Anti-Bau saat Cuaca Panas Ekstrem
Bahan sintetis dengan teknologi quick-dry dirancang untuk mengalirkan keringat ke permukaan kain agar cepat menguap.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN.COM - Cuaca panas ekstrem membuat pemilihan bahan pakaian jadi krusial. Tidak hanya harus terasa dingin di kulit, bahan baju juga perlu mampu mengelola keringat agar tidak mudah menimbulkan bau.
Berikut tujuh bahan yang dikenal paling nyaman digunakan saat suhu sedang tinggi.
Baca juga: 10 Manfaat Alami Minyak Kemiri, Atasi Rambut Tipis hingga Alis Botak
1. Katun (Cotton) Murni
Katun menjadi pilihan paling aman untuk cuaca panas karena daya serap keringatnya yang baik dan teksturnya yang breathable.
Bahan ini membantu kulit tetap “bernapas” dan mengurangi rasa gerah. Meski tidak cepat kering, katun efektif mencegah bau akibat keringat yang terperangkap di kulit.
2. Linen
Linen memiliki pori-pori kain yang besar sehingga sirkulasi udara berjalan maksimal dan terasa lebih dingin saat dipakai.
Selain itu, serat alaminya dikenal membantu mengurangi bau karena tidak mudah menahan kelembapan. Tak heran jika linen sering jadi andalan pakaian liburan di daerah panas.
3. Katun Bambu (Bamboo Cotton)
Bahan campuran kapas dan bambu ini terkenal sangat lembut dan nyaman di kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Katun bambu mampu menyerap keringat dengan baik dan sering dikaitkan dengan sifat antibakteri alami, sehingga membantu meminimalkan bau saat cuaca panas.
4. Tencel (Lyocell)
Tencel dikenal memiliki manajemen kelembapan yang sangat baik, membuat permukaan kain tetap terasa kering dan sejuk.
Bahan ini juga tidak mudah menyimpan bakteri penyebab bau, sehingga nyaman dipakai dalam durasi lama di suhu tinggi.
5. Rayon / Viscose
Rayon memberikan sensasi dingin saat bersentuhan dengan kulit berkat daya serapnya yang tinggi.
Bahan ini terasa ringan dan tidak pengap, meski lebih cocok untuk aktivitas ringan karena kurang tahan terhadap keringat berlebih.
6. Microfiber Tech (Quick-Dry)
Bahan sintetis dengan teknologi quick-dry dirancang untuk mengalirkan keringat ke permukaan kain agar cepat menguap.
Meski tidak selalu terasa dingin secara alami, bahan ini efektif menjaga pakaian tetap kering dan mengurangi bau akibat keringat saat banyak bergerak.
7. Sutra (Silk) Murni
Sutra memiliki kemampuan alami dalam membantu mengatur suhu tubuh dan terasa sejuk saat cuaca panas ringan. Teksturnya yang halus juga meminimalkan iritasi akibat keringat.
Namun, sutra lebih cocok digunakan di kondisi panas yang tidak terlalu ekstrem karena daya serapnya terbatas.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)
| Fenomena Embun Es Dataran Tinggi Dieng Muncul Kembali, Akan Berlangsung Beberapa Pekan |
|
|---|
| Update Gunung Merapi, Dini Hari Tadi Luncuran Awan Panas Sejauh 2000 Meter ke Kali Krasak |
|
|---|
| Suhu di Arab Saudi Tembus 43 Derajat, Jemaah Calon Haji Asal Indonesia Dilanda Gejala Heatstroke |
|
|---|
| Update Merapi : Awan Panas Meluncur 1,8 KM, Belasan Guguran Lava Mengarah ke Kali Bebeng |
|
|---|
| Update Kondisi Gunung Merapi Hari Ini: 19 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-keringetan.jpg)