Update Gunung Merapi

Update Kondisi Gunung Merapi Hari Ini: 19 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya

Guguran lava teramati ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/laman esdm go id
Ilustrasi map titik lokasi Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) - Jawa Tengah (Jateng) hari ini, Minggu (26/4/2026), tercatat telah terjadi 19 kali guguran lava ke arah Barat Daya. 

Guguran lava teramati ke arah Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.

Informasi Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tersebut berdasarkan hasil pengamatan aktivitas Gunung Merapi Minggu 26 April 2026, periode 00:00-06:00 WIB.

Gunung Api yang terletak di antara Kab Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan ketinggian 2968 mdpl, tersebut secara visual terlihat jelas.

Asap kawah utama terlihat dari pemantauan, berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 25 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat.

Berikut hasil pengamatan kegempaan Gunung Merapi hari ini:

  • 45 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-26 mm dan lama gempa 70.08-219.09 detik.
  • 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-37 mm, S-P 0.3-0.9 detik dan lama gempa 17.39-55.52 detik.
  • 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4-13 mm, dan lama gempa 6.18-15.46 detik.

Secara klimatologi, dilaporkan cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 18.8-21.2°C. Kelembaban 88-88.8 persen. Tekanan udara 872.2-915.5 mmHg.

Berdasar pengamatan tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Oleh karena itu masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, dan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved