Lifestyle
Menyikapi Anak Menyalahkan Diri Sendiri
Pada fase tertentu anak anak usia SMP sudah mulai atau pernah mengalami yang namanya menyalahkan diri sendiri.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Hindari Melabeli Si Anak
Lucia Peppy Novianti, M. Psi., Psikolog, psikolog yang aktif di dunia parenting dan founder Wiloka Workshop ini menuturkan, akhir akhir ini memang kerap ditemui anak anak yang dalam istilah psikologi menginternalisasi dirinya sendiri.
Ketika diberi kritik atau dikoreksi perilakunya. Misalnya berulangkali dianggap berbuat salah, atau ketika ditanya kenapa sulit sekali mempelajari sesuatu.
Anak menyikapi dengan kalimat berarti aku bodoh aku tidak mampu, fenomena seperti ini memang banyak terjadi.
Pertama orang tua bisa bertanya kepada anak,apa yang dimaksud dengan pernyataan anak tersebut.
Kalau anak kelas TK hingga kelas 3 SD perlu diajak mendeskripsikan apa yang dimaksud anak tersebut dengan mengatakan dirinya bodoh atau tidak mampu.
• Arda Putri Winata Asal DI Yogyakarta Dinobatkan sebagai Pustakawan Terbaik Nasional
"Kadang mengganggap dirinya salah terus. Kita bilang orang bisa berbuat salah, bisa memperbaiki. Kita bantu anak, bukan dirinya yang negatif tapi ada perilaku yang kurang tepat," terang Peppy.
Lanjut Peppy, orang tua bisa memberi pengertian setelah mendeskripsikan, orang tua menyatakan , misalnya bahwa kadang kadang orang berbuat menyakiti orang lain,yang penting ia minta maaf dan mau memperbaiki.
Selanjutnya hindari melabeli si anak. Labeling ini akhirnya membuat dan mendorong si anak mendeskripsikan dirinya itu negatif,padahal perilakunya yang harus diperbaiki.
Sebisa mungkin orang tua harus paham bagaimana memisahkan labeling dengan menunjukkan kesalahan atau perilaku yang sebaiknya diperbaiki si anak. (Tribunjogja I Yudha Kristiawan)