Karsha Merilis Single 0/10 Merespon Kondisi Titik Nadir

Band Karsha Baru baru ini band yang menyebut genre yang mereka mainkan dengan sebutan chamber pop ini merilis single Single 0/10.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Dok pribadi Karsha
Grup Band Karsha 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Skena musik indie Yogyakarta terus bergeliat tahun ini. Band baru bermunculan merilis karya mereka.

Satu di antaranya adalah Karsha. Baru baru ini band yang menyebut genre yang mereka mainkan dengan sebutan chamber pop ini merilis single anyar berjudul 0/10.

Single ini tercatat menjadi single kedua bagi band yang saat ini dihuni oleh Agustina Lestari Vokal, Alfin Gitar dan Vokal, Yusdhy Prakoso Gitar, Ari Armanda Gitar, Yuri Ramadan Bass, Syarif Hidayattulah Keyboard serta Yordannata Rindhi Drum.

Dijelaskan Ari, single berjudul 0/10 ini adalah respon atas apa yang pernah dialami hampir semua orang saat berada pada titik nadir, merasakan hidup berada di bagian roda paling bawah sementara harus tetap berjuang agar bisa berada kembali dalam keadaan yang baik.

Via Vallen Sedang Nyari Bocah Pengasong yang Viral saat Hormat Bendera. Ini Alasannya

"Ibarat dalam sebuah permainan game 0/10 menggambarkan level skill seseorang dalam menghadapi tantangan di game tersebut, terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 10. 0 menyimbolkan kodisi seseorang pada titik terendah dalam hidupnya," terang Ari.

Sementara itu menurut Alfin, secara implisit, lagu ini bercerita tentang perasaan gelap seseorang yang mengalami depresi.

Di mana hanya ada kesengsaraan dan kecemasan di pikirannya.

Perasaan depresi yang hanya terkubur di dalam hati dan menjadi semakin tak terkendali menjelma sosok entitas yang akan selalu menghantui.

"Dia ada di sana untuk selalu menyesatkan, menenggelamkan, dan membakar harapan tanpa akhir, secara fisik dan mental, dia adalah diri kita sendiri" kata Alfin.

Lagu ini memang menjadi otokritik bagi para personel band yang didirikan setahun lalu ini.

Kisah Melanie Subono, Driver Ojol dan Sandal Jepit, Banyak Pelajaran Hidup di Sini

Melalui lagu ini Karsha mengajak pendengar untuk menyadari bahwa diri kita sendirilah yang sejatinya bisa membunuh harapan namun di satu sisi juga dapat mengembalikannya lagi.

Bagi Karsha melalui lagu 0/10 ini, harapan itu selalu ada, namun semua kembali ke diri sendiri, sebagai kunci yang harus membuka pintu harapan itu sendiri, laksana cahaya yang datang dalam gelap untuk kemudian membawa kembali ke kebahagiaan.

“Yang harus dilakukan adalah percaya. Percayalah bahwa harapan akan datang, bahkan pada tingkat pikiran terendah dalam hidup kita. Percayalah pada tangan Tuhan selalu meberi kita pintu keluar untuk semua masalah yang kita hadapi” imbuh Agustina Lestari.

Eksplorasi Musik Ambience

Musik yang dimainkan Karsha mengingatkan band seperti Sigur Ros dan musik ala Aurora yang melakukan eksplorasi terhadap sound ambience.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved