Breaking News:

Kekerasan dalam Diksar Mapala UII

REALTIME NEWS : Hasil Kesehatan Menunjukkan Syaits Asyam Tidak Boleh Ikuti Diksar

Syaits tidak berada di lapangan untuk mengikuti kegiatan survival yang dilaksanakan pada 18-20 Januari 2017

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com | Kurniatul Hidayah
Ketua Mapala Unisi, Imam Nurrizki 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Syaits Asyam (19), satu di antara tiga peserta yang meninggal pada The Great Camping (TGC) ke-37 Diksar Mapala Unisi, ternyata memiliki riwayat kesehatan yang membuatnya tidak diperkenankan mengikuti kegiatan berat.

Hal tersebut terungkap pada saat Ketua Panitia TGC ke-37, Wildan Nuzula mengungkapkan hal tersebut di hadapan awak media, pada saat menggelar jumpa pers di Kampus UII Cik Ditiro, Jumat (27/1/2017).

Dijelaskan Wildan, Panitia TGC ke-37 bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk mengecek kesehatan tiap peserta sebelum memulai kegiatan survival.

"Almarhum Syaits Asyam memang tidak diperbolehkan lagi untuk lanjut, jadi memang kami tarik untuk tidak ikut survival," lanjutnya.

Menurut pengakuan Wildan, Syaits tidak berada di lapangan untuk mengikuti kegiatan survival yang dilaksanakan pada 18-20 Januari 2017 dan posisinya berada di basecamp.

Kegiatan survival atau teknik bertahan hidup mengajarkan peserta untuk mencari makan dari alam.

Makanan tersebut berupa tumbuhan maupun hewan yang bisa dimakan, sesuai dengan yang diajarkan dalam materi di kelas sebelumnya.

Panitia selalu melakukan pengecekan kepada peserta untuk memastikan mereka makan tiga kali sehari dengan bahan makanan yang berasal dari alam.

"Survival harusnya berakhir pada 22 Januari 2017. Tapi kami hentikan pada 20 Januari dikarenakan peserta bernama Fadli meninggal dunia," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved