KISAH NYATA: Mahasiswi Bunuh Bayinya, Dibungkus Plastik Dibawa Jalan-jalan Tiga Hari

pelaku melahirkan bayi hasil hubungan dengan mantan pacar di rumahnya yang berada di wilayah Wiradesa Pekalongan Jawa Tengah, Jumat (5/2/2016)

Penulis: akb | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNGJOGJA.COM | Jihad Akbar
Mahasiswi dirawat di rumah sakit dan lokasi temuan bayi 

"Saat olah TKP saya melihat ada orang mencurigakan, dari ciri fisik dan cara jalan terlihat seperti orang habis melahirkan," ungkap Kapolsek.

Penyelidikan kembali dilakukan petugas setelah kondisi TKP sepi dari masyarakat. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penghuni rumah serta pelaku yang saat itu berada di dalam rumah.

Pelaku kemudian mengakui bahwa dirinya yang telah membuang bayinya di samping rumah pamannya."Karena saya lihat pucat seperti sakit, saya bawa ke puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

BACA: Polisi Amankan Pelaku Pembuangan Bayi di Mantrijeron

Dari keterangan sementara kepada petugas, pelaku melahirkan bayi hasil hubungan dengan mantan pacar di rumahnya yang berada di wilayah Wiradesa Pekalongan Jawa Tengah, Jumat (5/2). Saat itu pelaku melahirkan bayi tanpa bantuan orang lain.

Bayi yang menangis membuat pelaku panik. Diduga karena takut diketahui orang lain, pelaku akhirnya nekat membungkam bayi menggunakan kain yang diduga merupakan celana dalam.

Setelah bayi terdiam (meninggal), pelaku kemudian memasukkan jasadnya ke dalam kantong plastik. Pelaku lalu menyembunyikan kantong plastik berisi jasad bayi ke dalam tas besar dan menutupinya dengan tumpukan pakaian.

Dengan membawa tas tersebut pelaku kemudian pergi ke Semarang untuk menemui saudaranya. "Bersama saudaranya itu pelaku kemudian pergi ke Solo untuk jalan-jalan, tas dibawa terus," tambah Kapolsek.

Sabtu (6/2), pelaku bersama saudaranya ke Yogyakarta berkunjung ke rumah pamannya (TKP penemuan). Sebelumnya dihari yang sama, pelaku sempat berjalan-jalan ke daerah Imogiri dan pantai Wedi Ombo yang berada di Gunungkidul.

Selanjutnya, Minggu (7/2), pelaku mulai mencium bau busuk dari jasad bayinya. Karena takut diketahui oleh saudaranya pelaku kemudian membuang bayi yang berada di dalam tas pelaku ke halaman samping rumah pamannya.

Jasad bayi malang ditemukan paman pelaku, Selasa pagi, saat membersihkan halaman. "Pelaku saat ini dirujuk dan menjalani rawat intensif di RS Bhayangkara karena kondisinya yang memburuk pasca melahirkan," jelas Kapolsek. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved