Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Pusat Dukung Sektor Unggulan dan Selaraskan Proyek Strategis di DIY

Sri Sultan HB X menyebut bahwa target pembangunan nasional yang dibebankan kepada DIY adalah representasi harapan masyarakat

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
MUSRENBANG - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) DIY untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (23/4/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengharapkan dukungan anggaran dan program yang lebih konkret dari pemerintah pusat untuk mendorong sektor-sektor unggulan daerah. 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X juga mengingatkan agar implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayahnya harus selaras dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

Harapan tersebut disampaikan di hadapan perwakilan kementerian pusat dalam Musrenbang RKPD DIY 2027. 

Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana, mengikuti secara daring Kepala BSKDN Kemendagri Dr Yusharto Huntoyungo dan Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Adriyanto.

Sri Sultan HB X menyebut bahwa target pembangunan nasional yang dibebankan kepada DIY adalah representasi harapan masyarakat yang harus diwujudkan melalui sinkronisasi yang erat.

"Kepada pemerintah pusat, saya mengharapkan dukungan yang lebih konkret melalui alokasi program dan anggaran yang memadai, khususnya untuk mendorong sektor-sektor unggulan di DIY seperti pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pertanian berbasis teknologi," kata Sultan.

Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemda DIY

Kebutuhan Daerah

Lebih lanjut, Ngarsa Dalem menyoroti urgensi penyelarasan proyek-proyek besar berskala nasional agar tidak berjalan sendiri tanpa melihat konteks lokal. 

"Program prioritas maupun proyek strategis nasional yang diimplementasikan di DIY juga harus benar-benar selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah," tegas Sultan.

Sinkronisasi ini, menurut Sri Sultan HB X, tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan semata.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan implementasi di lapangan sejalan dengan arah pembangunan provinsi.  (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved