Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Pusat Dukung Sektor Unggulan dan Selaraskan Proyek Strategis di DIY
Sri Sultan HB X menyebut bahwa target pembangunan nasional yang dibebankan kepada DIY adalah representasi harapan masyarakat
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengharapkan dukungan anggaran dan program yang lebih konkret dari pemerintah pusat untuk mendorong sektor-sektor unggulan daerah.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X juga mengingatkan agar implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayahnya harus selaras dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Harapan tersebut disampaikan di hadapan perwakilan kementerian pusat dalam Musrenbang RKPD DIY 2027.
Hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana, mengikuti secara daring Kepala BSKDN Kemendagri Dr Yusharto Huntoyungo dan Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Adriyanto.
Sri Sultan HB X menyebut bahwa target pembangunan nasional yang dibebankan kepada DIY adalah representasi harapan masyarakat yang harus diwujudkan melalui sinkronisasi yang erat.
"Kepada pemerintah pusat, saya mengharapkan dukungan yang lebih konkret melalui alokasi program dan anggaran yang memadai, khususnya untuk mendorong sektor-sektor unggulan di DIY seperti pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pertanian berbasis teknologi," kata Sultan.
Baca juga: Sri Sultan HB X Akui Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemda DIY
Kebutuhan Daerah
Lebih lanjut, Ngarsa Dalem menyoroti urgensi penyelarasan proyek-proyek besar berskala nasional agar tidak berjalan sendiri tanpa melihat konteks lokal.
"Program prioritas maupun proyek strategis nasional yang diimplementasikan di DIY juga harus benar-benar selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah," tegas Sultan.
Sinkronisasi ini, menurut Sri Sultan HB X, tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan semata.
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan implementasi di lapangan sejalan dengan arah pembangunan provinsi. (*)
| Melawan Narkoba dengan 'Wajah' Yogyakarta: BNNP DIY Adopsi Pendekatan Budaya |
|
|---|
| Dolar Tembus Rp17.500, Disperindag DIY Klaim Harga Bahan Pokok Masih Stabil |
|
|---|
| Perempuan Didorong Kuasai Representasi Substantif dan Atasi Hambatan Kultural-Finansial |
|
|---|
| Pembangunan Proyek PSEL di DIY Mundur ke Batch Kedua, Hasto Wardoyo Optimalkan Gerakan Mas Jos |
|
|---|
| Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Marathon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262304-Sri-Sultan-HB-X-buka-Musrenbang.jpg)