KISAH NYATA: Mahasiswi Bunuh Bayinya, Dibungkus Plastik Dibawa Jalan-jalan Tiga Hari

pelaku melahirkan bayi hasil hubungan dengan mantan pacar di rumahnya yang berada di wilayah Wiradesa Pekalongan Jawa Tengah, Jumat (5/2/2016)

Penulis: akb | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNGJOGJA.COM | Jihad Akbar
Mahasiswi dirawat di rumah sakit dan lokasi temuan bayi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang mahasiswi PTN di Semarang nekat lakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru saja dilahirkannya.

Bayi laki-laki hasil dari hubungan di luar pernikahan dibunuh mahasiswi semester 5, Nabila (21) warga Pekalongan Jawa Tengah, dengan cara dibungkam menggunakan kain celana dalam.

Jasad bayi yang terbungkus plastik lalu dibuang oleh pelaku di halaman rumah milik pamannya, Marsudi (52) yang berada di Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Pembuangan jasad itu terjadi saat pelaku berkunjung ke Yogyakarta.

"Bayi malang itu ditemukan pertama kali sama pemilik rumah (paman pelaku) yang sedang bersih-bersih," terang Kapolsek Mantrijeron, Kompol Totok Suwantoro, Selasa (9/2/2016).

Terungkapnya kasus pembunuhan bayi terungkap saat paman pelaku menemukan jasad bayi yang telah membusuk di samping rumahnya, Selasa pagi.

BACA: Jasad Bayi Membusuk dalam Plastik

Paman pelaku yang sedang membersihkan area luar rumahnya mencium adanya bau busuk. Saat itu, paman pelaku tidak mengetahui bahwa bayi malang itu merupakan anak dari keponakannya yang sedang berkunjung di rumahnya.

Curiga hal itu, pemilik rumah kemudian mencari sumber bau yang ternyata berasal dari samping rumahnya. Paman pelaku sempat mengira bau tersebut bangkai dari kucing atau tikus.

"Paman pelaku menemukan ternyata bau itu berasal dari tas kresek (kantong plastik) besar warna hitam," tambah Kapolsek.

Paman pelaku kemudian mengambil tas itu menggukan kayu dan hendak membakar bersama sampah lainnya. Namun karena penasaran saksi membatalkan niatnya.

Ia lalu mencoba mengecek isi dari tas tersebut. Ternyata isi tas plastik adalah jasad bayi yang telah membusuk.

Penemuan tersebut lalu dilaporkan ke RT setempat dan kepada Polsek Mantrijeron. Saat itu paman pelaku tidak mengetahui kalau jasad yang ditemukan merupakan bayi dari keponakannya. Polisi bersama puskesmas selanjutnya mendatangi lokasi penemuan dan melakukan pemeriksaan.

"Tubuh bayi pucat dan membiru serta sudah tidak ada tali pusarnya. Di wajah bayi juga ada kain, seperti celana dalam,” ungkap Kapolsek.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama, Kapolsek yang mencurigai perbuatan pembuangan bayi dilakukan oleh orang terdekat selanjutnya melakukan penyelidikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved