Aktivitas Merapi

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 6 Kali, Jarak Luncur hingga 1,3 Km

Pada Sabtu, (9/2/2019) periode 00.00 hingga 24.00 WIB, BPPTKG mencatat setidaknya ada enam kali guguran lava pijar.

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 6 Kali, Jarak Luncur hingga 1,3 Km
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
LAVA PIJAR. Luncuran lava pijar terlihat dari bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (8/2/2019) dini hari. Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada 7 Februari 2019 pukul 00.00-24.00 WIB telah terjadi guguran sebanyak 136 kali dan satu kali guguran awan panas pada gunung tersebut, dengan status Waspada level II. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG kembali melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Dari laporan aktivitas yang dicatat pada Sabtu, (9/2/2019) periode 00.00 hingga 24.00 WIB, BPPTKG mencatat setidaknya ada enam kali guguran lava pijar yang teramati melalui pantauan CCTV.

Guguran lava mengarah ke hulu Kali Gendol dengan variasi jarak berkisar 150 hingga 1.300 meter, berdurasi 13 - 130,2 detik.

Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas, dengan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Sementara untuk aktivitas kegempaan, gunung teraktif di Indonesia ini tercatat mengalami gempa guguran sebanyak 31 kali dengan amplitudo 2-48 mm berdurasi 12.6-130.2 detik.

Merapi juga mengeluarkan gempa hembusan sebanyak tiga kali dengan Amplitudo 2-12 mm, Durasi 11.7-24.1 detik.

Sedangkan gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak enam kali dengan amplitudo 3-26 mm, S-P 0,4-0,8 detik, durasi 10-18,6 detik.

Gempa tektonik lokal juga terdeteksi sebanyak satu kali beramplitudo 2 mm, S-P 2,4 detik, Durasi 31.6 detik.

Serta gempa tektonik jauh tercatat sebanyak dua kali beramplitudo 4-10 mm, S-P : 5,56 detik, Durasi : 17,1-39,8 detik.

Sementara, untuk aktivitas Gunung Merapi pada Minggu, (10/2/2019) pagi periode 00.00-06.00 WIB.

Tercatat Gunung Merapi mengeluarkan enam kali guguran dengan durasi 14-61 detik.

Mengacu pada catatan vulkanik tersebut, gunung berapi yang membatasi empat kabupaten tersebut masih menetapkan statusnya di level II atau Waspada.

BPPTKG tak merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara waktu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi pun diharapkan agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di KRB III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk aktivitas Gunung Merapi.

Terkait informasi, masyarakat diharapkan agar tidak mudah terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved