Gunungkidul

Bantu Masyarakat Dapat Air Bersih, Pemkab Gunungkidul Gencarkan Pamsimas di 15 Desa

Dengan adanya Pamsimas ditambah lagi dengan saluran PDAM di Gunungkidul sudah mengaliri sebanyak 83 persen masyarakat Gunungkidul.

Bantu Masyarakat Dapat Air Bersih, Pemkab Gunungkidul Gencarkan Pamsimas di 15 Desa
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Bupati Gunungkidul, Badingah saat mencoba aliran air dari Pamsimas di Karangmojo, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Atasi masalah kekeringan saat musim kemarau di 15 desa, di Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan pemerintah pusat bangun Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) satu diantaranya di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan program Pamsimas III sudah bisa diselesaikan yang dapat memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat kabupaten Gunungkidul, yang saat musim kemarau kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca: Azwar Anas: Bagasi Bayar, Wisatawan jadi Malas Beli Suvenir

"Dengan adanya Pamsimas masyarakat mendapatkan air bersih di Gunungkidul, yang saat musim kemarau ke 15 desa ini kesulitan mendapatkan air bersih," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya dengan adanya Pamsimas ditambah lagi dengan saluran PDAM di Gunungkidul sudah mengaliri sebanyak 83 persen masyarakat Gunungkidul.

Baca: Ini Penampakan Ninja Cc Terkecil, Kawasaki Ninja 125

"Kita bisa memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat dengan kemampuan kita sendiri seperti menggunakan APBD Gunungkidul tak bisa mencukupi untuk menyelesaikan permasalahan air bersih. Untuk itu kami bekerjasama dengan pihak ketiga," ucapnya.

Badingah mengatakan pihaknya tidak segan-segan untuk menggandeng pihak ketiga seperti perusahaan swasta seperti memanfaatkan CSR, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat agar dapat mencukupi kekurangan sebesar 17 persen untuk air bersih.

"Untuk tahun 2019 kita akan menunggu dari pusat terlebih dahulu bagaimana nantinya," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Konsultan Tingkat Provinsi Pamsimas, Dewa Bagus Sutrisno, mengatakan ke 15 desa yang mendapatkan bantuan Pamsimas beberapa diantaranya adalah Desa Duwet, Desa Giriasih, Desa Plembutan, Kedungkeris, Pengkol, Umbulrejo, Natah, Semoyo, Sidoharjo, dan Nglipar.

Baca: Dua Tahun Rumah Kreatif BUMN Gunungkidul bersama UMKM

"Sebelum desa-desa ini terpilih tentunya ada fasilitator yang mendampingi desa-desa, kemudian ada keberminatan dari desa karena di desa tersebut mengalami kekurangan air. Dari desa yang berminat dan setelah menyelesaikan persyaratannya lalu diajukan ke Jakarta," jelasnya.

Sedangkan untuk 2019 pihaknya telah merencanakan dari tahun 2018 lalu jadi menurutnya ada kegiatan paralel yang bertujuan pada 2019 dapat langsung berjalan.

Dewa menuturkan Pagu anggaran yang disediakan dari pusat antara 2018 dengan 2019 tetap sama yaitu tiap desa mendapatkan Rp 245 juta yang bernama Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), rencananya pada 2019 ini juga ada 15 desa yang mendapatkan bantuan tersebut di Gunungkidul.

Baca: DKP Gunungkidul Mulai Pendataan Alat Tangkap Ikan

"Yang menjadi hambatan pada tahun 2018 lalu adalah masalah waktu dari masyarakat, karena ini yang membangun masyarakat sedangkan mereka waktunya tidak seratus persen untuk membangun ini," katanya.

Menurutnya iuran per bulan untuk mengakses Pamsimas ini di tiap-tiap desa berbeda beda tergantung kesepakatan awal yang disetujui oleh pihak desa.

"Tergantung jenis mata air yang diambil dan biasanya lebih murah dibanding PDAM. Untuk di Karangmojo sendiri dapat mengaliri 60 liter per kepala keluarga (KK) setiap harinya. Minimal dapat mengakses 200 KK sehingga dapat menekan biaya perbulannya," tutupnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved