Proporsi dan Gaya Balap dalam Cafe Racer Garapan Mayeng Custom Garage

Modifikasi motor bergaya cafe racer masih menjadi salah satu pendekatan yang kerap dipilih oleh pecinta custom,

|
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Cafe Racer Garapan Mayeng Custom Garage 

Kondisi tersebut membuat motor ini berada di persimpangan gaya. Tanpa hornet khas cafe racer di bagian belakang jok, karakter bratstyle ikut terasa.

Pada sektor kaki kaki, motor ini menggunakan roda dengan kecenderungan gemuk untuk kebutuhan lintasan lurus.

Ukurannya tergolong besar, menyesuaikan dimensi motor secara keseluruhan. Pilihan mesin Honda Megapro Mono dinilai tepat karena mampu mengimbangi postur motor yang besar dan padat.

Knalpot dibuat secara custom dengan posisi hingga ke bawah mesin. Karakter suara dijaga agar tidak terlalu kencang, namun tetap ngebass dan mendukung akselerasi.

Fokusnya bukan pada dentuman keras, melainkan performa yang bisa dipakai untuk melaju cepat.

Soal relevansi cafe racer di masa sekarang, Bagus menilai gaya ini lebih condong ke arah visual. Untuk penggunaan harian jarak jauh, posisi berkendara yang menunduk jelas menguras tenaga.

Namun untuk nongkrong atau perjalanan pendek, cafe racer masih punya daya tarik kuat.

“Kalau sekarang cafe racer itu lebih ke style. Buat harian jauh jelas bikin pegel. Tapi untuk nongkrong atau jalan dekat, sensasinya tetap dapet,” ujarnya.

Bagi yang ingin membangun motor cafe racer, Bagus menekankan pentingnya penyesuaian dimensi dengan tubuh pemilik.

 Tinggi badan dan panjang tangan harus menjadi pertimbangan utama sejak awal, terutama saat pembuatan rangka.

“Yang paling penting itu menyesuaikan dimensi motor dengan badan owner. Kalau orangnya tinggi tapi motornya pendek, pasti nggak nyaman. Makanya rangka harus benar benar diukur sesuai postur,” kata Bagus.

Lewat proyek ini, Mayeng Custom Garage menunjukkan bahwa cafe racer bukan sekadar meniru bentuk, tetapi soal keseimbangan antara fungsi, proporsi, dan karakter pemiliknya. Sebuah pendekatan yang membuat gaya klasik ini tetap hidup di tengah perkembangan dunia custom masa kini.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved