Proporsi dan Gaya Balap dalam Cafe Racer Garapan Mayeng Custom Garage
Modifikasi motor bergaya cafe racer masih menjadi salah satu pendekatan yang kerap dipilih oleh pecinta custom,
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Modifikasi motor bergaya cafe racer masih menjadi salah satu pendekatan yang kerap dipilih oleh pecinta custom, terutama mereka yang ingin menghadirkan motor dengan karakter klasik sekaligus sikap balap yang kuat.
Meski lahir dari sejarah panjang di Inggris, gaya ini terus berevolusi dan beradaptasi dengan kebutuhan pemilik motor masa kini, termasuk di bengkel bengkel custom lokal.
Salah satu contoh hadir dari Mayeng Custom Garage di Sewon, Bantul. Bengkel yang dikelola Ego Bagus Kadhita, atau akrab disapa Bagus, ini mengerjakan sebuah motor cafe racer yang dibangun nyaris sepenuhnya dari nol.
Motor tersebut sejak awal tidak datang dalam bentuk unit utuh, melainkan terpisah dalam beberapa komponen utama.
“Itu pertama datang itu sebenarnya bukan unit. Datangnya dari rangka, terus mesin Honda Megapro Mono, bodi set, dan roda. Jadi sebenarnya saya membangun motor ini dari nol,” ujar Bagus.
Konsep cafe racer dipilih mengikuti karakter pemilik motor yang gemar nongkrong dan ngopi, sejalan dengan sejarah awal genre ini yang lahir dari kebutuhan berkendara cepat menuju kafe.
Dari situ, arah modifikasi mulai dibentuk dengan tetap mempertimbangkan fungsi harian, sebelum akhirnya motor ini diputuskan untuk ikut dalam ajang custom sehingga detail pengerjaan dibuat jauh lebih serius.
Tangki bahan bakar menggunakan Honda CB100 K5 yang berdimensi besar, dinilai ideal untuk menopang proporsi cafe racer.
Baca juga: Update Harga Emas Butik Emas Logam Mulia Yogyakarta Sabtu 17 Januari 2026
Seluruh bagian rangka belakang dikerjakan secara full custom. Konsep awal sempat memakai rangka untuk tepong, namun kemudian dihilangkan demi mendapatkan bentuk yang lebih bersih dan proporsional.
Motor pun kembali dibangun ulang, menyempurnakan konsep lama agar tampil lebih proper.
Bagian tersulit justru berada pada detail-detail kecil. Bagus menyebut area footstep dan stabilizer shock menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan.
Motor ini menggunakan footstep underbond dengan posisi kaki lebih ke belakang, untuk mempertahankan kesan balap yang menjadi ciri khas cafe racer.
Secara visual, motor ini tampil mencolok lewat penggunaan cat cerah yang dipadukan dengan detail chrome.
Di sektor kemudi, stang jepit dipilih untuk menciptakan posisi berkendara merunduk, yang menjadi identitas kuat cafe racer.
Meski begitu, motor ini tidak dilengkapi fairing maupun hornet, sehingga memberi sentuhan lain pada tampilannya.
| Smallframe Rasa Racing, Vespa PTS Ini Tembus Puluhan Juta Rupiah |
|
|---|
| Kenali Fitur Side Stand Switch bagi Pengendara Sepeda Motor |
|
|---|
| Honda C800 Bergaya Street Cub, Ringkas untuk Kebutuhan Harian |
|
|---|
| Triumph T140 US Jadi Basis Chopper Tradisional Garapan Christoph Cycle |
|
|---|
| CBX 750 Eks Patwal Dirombak Jadi Japstyle, Simpel Klasik Tapi Tetap Handal di Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Proporsi-dan-Gaya-Balap-dalam-Cafe-Racer-Garapan-Mayeng-Custom-Garage.jpg)