WFH ASN di DIY
Pengamat UGM Sebut Pembatasan BBM Subsidi Melengkapi Kebijakan WFH untuk Upaya Penghematan Energi
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi menyebut kebijakan pembatasan BBM subsidi lebih efektif ketimbang work from home (WFH).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
"Roda empat kan untuk pengangkut barang-barang kebutuhan sehari-hari, lebih dari empat itu biasanya tambang. Nah kalau kuotanya tidak mencukupi, kemudian dia harus berhenti dulu menunggu hari berikutnya, ini akan mengganggu rantau pasok. Kemudian ini akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok," terangnya.
Ia menyebut pembatasan BBM subsidi mestinya sudah dikaji oleh pemerintah, sehingga kuota yang diberikan tidak mengganggu rantai pasok.
Butuh Pengawasan
Meski dianggap efektif untuk menghemat energi, tentu kebijakan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang baik.
Jika tidak diawasi dengan baik, maka efektifitas penghematan energi tidak akan tercapai.
"Tentu harus ada pengawasan juga, mekanisme teknisnya tentu harusnya sudah dipikirkan pemerintah. Sehingga kebijakan kuota itu bisa betul-betul dilaksanakan. Kalau misalnya tidak ada pengawasan, atau pembelian BBM subsidi lebih dari kuota yang ditetapkan, berarti kebijakannya tidak efektif," imbuhnya. (*)
| KID DIY Harapkan Kebijakan WFH ASN Tak Kendorkan Fungsi Pelayanan Publik |
|
|---|
| BPS Kulon Progo Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Publik Dialihkan Secara Online |
|
|---|
| Sleman Uji Coba WFH per 1 Mei: Kuota 25 Persen tapi Opsional, ASN Boleh Tak Ambil |
|
|---|
| Hanya 0,59 Persen ASN Pemkot Yogya yang WFH, Kinerja Pegawai Diklaim Terkendali |
|
|---|
| WFH ASN Mulai Berlaku, Dosen UGM Sebut Berpotensi Mengurangi Produktivitas Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Permudah-Operasional-Hiswana-Jateng-DIY-Imbau-Pemudik-Gunakan-Pembayaran-Nontunai-di-SPBU.jpg)