WFH ASN di DIY
Pengamat UGM Sebut Pembatasan BBM Subsidi Melengkapi Kebijakan WFH untuk Upaya Penghematan Energi
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi menyebut kebijakan pembatasan BBM subsidi lebih efektif ketimbang work from home (WFH).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemerintah bakal melakukan pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar pada 1 April 2026 besok.
- Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi menyebut kebijakan pembatasan BBM subsidi lebih efektif ketimbang work from home (WFH).
- Meski demikian, tetap dibutuhkan pengawasan intensif guna memastikan kebijakan tersebut efektif dilaksanakan di lapangan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah bakal melakukan pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar pada 1 April 2026 besok.
Untuk Pertalite, pembelian oleh kendaraan roda empat baik perorangan maupun angkutan umum dibatasi maksimal 50 liter per hari.
Sementara Solar, kendaraan roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari, angkutan umum roda empat maksimal 80 liter per hari, sedangkan kendaraan roda enam atau lebih dibatasi hingga 200 liter per hari.
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi menyebut kebijakan pembatasan BBM subsidi lebih efektif ketimbang work from home (WFH).
Fahmy pun mengapresiasi langkah pemerintah dalam membatasi konsumsi BBM subsidi. Ia menilai pembatasan BBM yang rencananya dilakukan 1 April 2026 besok praktis akan mengubah pola konsumsi masyarakat.
"Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menghemat energi, khususnya BBM saya kira cukup baik. Pembatasan kuota ini kan diterapkan juga di Malaysia, biasanya 200 liter per hari menjadi 100 liter. Lebih efektif daripada Work From Home," katanya, Selasa (31/3/2026).
Menurut dia, pembatasan BBM subsidi menjadi komplementer bagi kebijakan WFH.
Pembatasan BBM subsidi, dalam hal ini Pertalite berfungsi untuk mengendalikan konsumen agar lebih hemat.
"Untuk mobil pribadi, saya kira pembatasan ini untuk mengendalikan konsumen juga agar tidak menghambur-hamburkan BBM," sambungnya.
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun di Ringroad Sleman
Potensi Inflasi Kebutuhan Pokok
Kendati demikian, pembatasan BBM subsidi, khususnya Solar, dapat memicu inflasi kebutuhan pokok.
Hal itu karena solar merupakan BBM utama kendaraan angkutan barang.
Pembatasan 80 liter untuk angkutan roda empat bisa saja menghambat distribusi kebutuhan pokok.
Jika kuota harian angkutan barang tersebut tidak mencukupi, praktis distribusi akan terganggu dan memengaruhi rantai pasok.
| Soal Pengaruh Demo di AS, Guru Besar UGM: Konstelasi Perang terhadap Iran Tergantung Pemilu Sela |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut AS Kalah Secara Politis, Trump Cari Alasan Hentikan Perang dengan Iran |
|
|---|
| UGM dan Indonesian Hypnosis Centre Perkuat Legitimasi Ilmiah Hipnoterapi di Indonesia |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Harga Pangan di Tingkat Konsumen Bisa Melonjak, Ini Pesan Akademisi UGM |
|
|---|
| Dosen UGM Mewanti-wanti Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Stabilitas Harga Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Permudah-Operasional-Hiswana-Jateng-DIY-Imbau-Pemudik-Gunakan-Pembayaran-Nontunai-di-SPBU.jpg)