Penyaluran MBG Bakal Dipangkas, Ekonom UGM Tekankan Perbaikan Implementasi
Rencana efisiensi MBG menjadi lima hari penyaluran dipandang lebih efektif. Dengan catatan, implementasinya harus diperbaiki.
Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
PAKET MBG - Kardus kecil berisi paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar di SDN Gembongan, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Rabu (04/03/2026). Pemerintah berencana melakukan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang semula diberikan selama enam hari, menjadi lima hari.
Kemudian secara teknis MBG dikelola oleh tiap sekolah.
"Sebaiknya MBG itu ditangani oleh Kementerian Pendidikan, dan secara teknis ditangani oleh tiap sekolah. Keefektifan dan efisiensinya dapat meningkat pesat," ujarnya.
Galakkan Kewirausahaan
Di tengah kondisi geopolitik yang tidak kondusif, termasuk adanya konflik Timur Tengah, ia mendorong pemerintah untuk menggalakkan kewirausahaan.
Tujuannya untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, mengingat lapangan kerja di perusahaan semakin terbatas.
Di samping itu, ia juga mendorong pemerintah untuk memprioritaskan insentif pajak dan nonpajak bagi wirausaha.
"Kebijakan dan proyek kebutuhan primer masyarakat yang harus didahulukan untuk saat ini," pungkasnya. (*)
Baca Juga
| Soal Kekerasan Geng Sekolah di DIY, Peneliti SOREC UGM Sebut Pelajar Kehilangan Ruang Olah Rasa |
|
|---|
| Merawat Tradisi dalam Tegukan: Ribuan Warga Jogja Gelar Aksi Minum Jamu Massal di GSP UGM |
|
|---|
| UGM Siap Atasi Tantangan Desa Wisata Kreatif Terong di Ajang Genera-Z Berbakti 2026 |
|
|---|
| Megawati Dorong Laut Jadi Pusat Geopolitik dan Inovasi Nasional |
|
|---|
| BGN DIY Ancam Beri Sanksi Suspend Dapur MBG di Sleman yang Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Paket-MBG-di-SDN-Gembongan-Kulon-Progo.jpg)