Penyaluran MBG Bakal Dipangkas, Ekonom UGM Tekankan Perbaikan Implementasi
Rencana efisiensi MBG menjadi lima hari penyaluran dipandang lebih efektif. Dengan catatan, implementasinya harus diperbaiki.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pengamat Ekonomi UGM, Eddy Junarsin, menilai efisiensi anggaran termasuk dalam MBG memang perlu dilakukan.
- Tidak hanya sekadar efisiensi, program MBG juga harus berjalan efektif.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dinilai paling tepat untuk menangani, dan secara teknis MBG dikelola oleh tiap sekolah.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah berencana melakukan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Operasional MBG yang semula diberikan selama enam hari, menjadi lima hari.
Usulan itu diusulkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dengan pengurangan satu hari penyaluran dapat menghemat Rp40 triliun per tahun.
Menurut Pengamat Ekonomi UGM, Eddy Junarsin, efisiensi anggaran termasuk dalam MBG memang perlu dilakukan.
Namun tidak hanya sekadar efisiensi, program juga harus berjalan efektif.
Ia menilai MBG merupakan program yang baik, sebab anak diberi makan sesuai standar gizi.
Namun program baik saja tidak cukup, implementasinya harus baik pula.
Rencana efisiensi MBG menjadi lima hari penyaluran dipandang lebih efektif. Dengan catatan, implementasinya harus diperbaiki.
"MBG lima hari bisa lebih efektif, karena menyesuaikan dengan hari sekolah. Maksudnya (tujuan MBG) sudah benar, tiap anak diberi makan sesuai standar gizi yang tinggi. Implementasinya itu yang perlu diperbaiki," katanya, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Rencana Efisiensi MBG Jadi 5 Hari, Wali Murid di Sleman: Lebih Baik Dihentikan Saja
Perbaikan Implementasi
Eddy menyebut perbaikan implementasi MBG sangat diperlukan, mengingat MBG merupakan kebijakan yang berguna untuk jangka panjang.
"Kalau (MBG) diterapkan dengan baik, pasti efisiensi akan tercipta," sambungnya.
Agar MBG lebih efektif, ia memandang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang paling tepat untuk menangani.
| Soal Kekerasan Geng Sekolah di DIY, Peneliti SOREC UGM Sebut Pelajar Kehilangan Ruang Olah Rasa |
|
|---|
| Merawat Tradisi dalam Tegukan: Ribuan Warga Jogja Gelar Aksi Minum Jamu Massal di GSP UGM |
|
|---|
| UGM Siap Atasi Tantangan Desa Wisata Kreatif Terong di Ajang Genera-Z Berbakti 2026 |
|
|---|
| Megawati Dorong Laut Jadi Pusat Geopolitik dan Inovasi Nasional |
|
|---|
| BGN DIY Ancam Beri Sanksi Suspend Dapur MBG di Sleman yang Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Paket-MBG-di-SDN-Gembongan-Kulon-Progo.jpg)