Rusia dan China Protes terhadap Serangan AS dan Israel ke Iran

Rusia dan China melakukan protes diplomatik terhadap serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AFP via BBC
CHINA-RUSIA PROTES AS-ISRAEL - Presiden China Xi Jinping ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke Moskwa pada Rabu (5/6/2019). Rusia dan China melakukan protes diplomatik terhadap serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. 

Dalam krisis ini, prioritas utama IRGC adalah stabilitas internal.

Selai itu, legitimasi juga penting, tetapi bukan dalam pengertian nasional yang luas. 

Ini berarti legitimasi di dalam basis inti rezim: politisi garis keras, lembaga keamanan, dan jaringan loyal yang masih menganggap Iran sebagai negara mereka. 

Dalam dunia yang sempit itu, Mojtaba memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. 

Dia dapat mengklaim kesinambungan langsung dengan Khamenei, dan basis inti dapat menerimanya tanpa merasa sistem telah rusak.

Dengan demikian, kombinasi itulah yang membuat IRGC memilihnya sebagai suksesor sang ayah.

Hubungan baik dengan IRGC

Mojtaba juga memiliki hubungan yang sudah lama terjalin dengan IRGC, yang sudah berlangsung selama beberapa dekade, dan hubungan yang mendalam di seluruh jaringan komandonya. 

Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi saluran utama antara ayahnya dan kepemimpinan Garda Revolusi. 

Hal itu memberinya posisi yang langka. Ia dekat dengan inti keamanan, tetapi juga terhubung dengan kepemimpinan sipil dan ulama yang bergantung padanya.

Ia juga secara efektif menjalankan kantor Pemimpin Tertinggi, Beit, setidaknya selama dua dekade terakhir, dan secara luas dianggap sebagai orang kepercayaan terdekat Ali Khamenei. 

Beit bukan hanya negara di dalam negara. Ia adalah inti dari negara itu sendiri. 

Dalam praktiknya, pemerintah dan presiden terpilih Iran seringkali hanya sebuah kedok, dengan sedikit kekuasaan nyata. 

Otoritas sebenarnya telah lama berada di Beit, yang mengendalikan berbagai instrumen keamanan, politik, dan keuangan utama. 

Itulah mengapa aparat ini sekarang melindungi dirinya sendiri, dan mengapa ia tidak menginginkan orang luar datang dan mengambil alih kendali.

Masa depan Iran di persimpangan jalan

Kini, Iran dihadapkan pada dua arah yang berbeda.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved