Ancaman Iran ke AS yang Bisa Berdampak pada Negara Lain di Dunia
Ebrahim Jabari, seorang penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz tertutup.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Sebagai tanggapan, AS mengatakan akan mengambil tindakan untuk mengurangi kenaikan harga energi akibat perang dengan Iran.
Menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serangan terhadap Iran belum akan berakhir, tetapi ia enggan memberikan detail upaya taktis mereka.
“Mulai besok, Anda akan melihat kami meluncurkan fase-fase tersebut untuk mencoba mengurangi dampaknya… Kami mengantisipasi ini bisa menjadi masalah,” kata Rubio.
Hal ini menyusul pernyataan Donald Trump bahwa ia mengambil keputusan untuk melancarkan perang terhadap negara tersebut karena itu adalah kesempatan terakhir dan terbaik untuk menghentikan rezimnya.
Berbicara di Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak menyerang Iran, presiden mengatakan AS terus melakukan operasi tempur skala besar, di mana lebih dari 1.250 target telah dihantam.
AS dan Israel menyerang Iran pada hari Sabtu, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Militer Israel kemudian melancarkan serangan baru terhadap Teheran.
Israel juga telah melancarkan beberapa serangan terhadap target yang mereka sebut sebagai target Hizbullah di Lebanon.
Mereka juga memperingatkan bahwa operasi militer tidak akan berakhir sampai ancaman tersebut sepenuhnya dihilangkan.
Para pejabat kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan 52 orang.
Sementara itu, ratusan warga Beirut terpaksa mengungsi ke tempat penampungan akibat pemboman tersebut.
PM Keir Starmer mengatakan keputusan Inggris untuk tidak bergabung dengan serangan AS-Israel terhadap Iran adalah disengaja.
Pasalnya, mereka tidak percaya pada perubahan rezim dari udara alias lewat jalur pertempuran.
Apa itu Selat Hormuz?
Selat Hormuz adalah, satu-satunya jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia yang kaya minyak (barat) dengan Teluk Oman dan Laut Arab (tenggara), menurut Britannica.
Lebih dari 20 persen minyak dunia danEkspor gas alam cair melewati selat ini, yang berfungsi sebagai jalur utama untuk ekspor minyak bumi dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (meskipun Uni Emirat Arab memiliki kemampuan untuk mengalihkan sebagian besar ekspornya melalui emirat Fujairah di Teluk Oman).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jika-Teheran-Tutup-Selat-Hormuz-Jika-Ada-yang-Mendukung-Israel.jpg)