Ancaman Iran ke AS yang Bisa Berdampak pada Negara Lain di Dunia
Ebrahim Jabari, seorang penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz tertutup.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Seorang penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz tertutup.
- Bahkan ia memperingatkan, kapal apa pun yang mencoba melewatinya akan diserang, menurut media pemerintah Iran.
TRIBUNJOGJA.COM - Ebrahim Jabari, seorang penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz tertutup.
Ia bahkan memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melewatinya akan diserang, menurut media pemerintah Iran.
“Selat (Hormuz) itu tertutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan menembak kapal-kapal itu,” kata Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tertinggi IRGC, via Al Jazeera, Senin.
Teheran telah menargetkan infrastruktur yang sangat penting bagi produksi energi dunia sebagai bagian dari pembalasan atas pengeboman Israel dan AS yang dimulai pada hari Sabtu lalu.
Penyerangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior lainnya.
Iran pun melontarkan ancaman besar terhadap AS yang akan berdampak kepada seluruh negara di dunia.
“Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang,” kata Jabbari dalam sebuah unggahan di saluran Telegram IRGC.
“Amerika Serikat, dengan utang miliaran dolar, bergantung pada minyak di wilayah ini, tetapi mereka harus tahu bahwa bahkan setetes minyak pun tidak akan sampai kepada mereka,” demikian kutipan pernyataannya yang juga dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.
Jalur minyak terpenting di dunia
Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, adalah salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melewatinya.
Gangguan apa pun di sana akan semakin mendorong harga minyak mentah melonjak dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi regional.
Harga energi sudah naik tajam pada Senin pagi karena gangguan lalu lintas kapal tanker melalui selat tersebut dan kerusakan pada fasilitas produksi, meningkatkan ketidakpastian tentang bagaimana serangan AS-Israel terhadap Iran akan memengaruhi pasokan ke perekonomian dunia.
Guncangan terbesar terjadi pada harga gas alam, yang naik hampir 50 persen di Eropa dan hampir 40 persen di Asia setelah QatarEnergy, pemasok utama, menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah fasilitas LNG-nya diserang.
Sebelumnya, seorang juru bicara militer kepada kantor berita pemerintah Saudi Press Agency mengatakan, kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi juga diserang oleh pesawat tak berawak, dan sistem pertahanannya berhasil menembak jatuh pesawat-pesawat yang datang.
Kilang tersebut memiliki kapasitas lebih dari setengah juta barel minyak mentah per hari.
Balasan AS
| Pesawat F-35 AS Mendarat Darurat di Timur Tengah, Kena Rudal Iran? |
|
|---|
| Siapakah Ali Larijani, Sosok Berpengaruh Iran yang Tewas dalam Serangan Israel? |
|
|---|
| Jerman, Inggris, Yunani, Jerman, Italia, Belanda & Perancis Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Hasil Analisis Youtuber AS Soal Video Netanyahu Ngopi di Tengah Perang Lawan Iran |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Melonjak, Tembus 106 Dolar AS Per Barel, Dipicu Perang Iran vs AS dan Isreal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jika-Teheran-Tutup-Selat-Hormuz-Jika-Ada-yang-Mendukung-Israel.jpg)