Ketegangan Iran dan AS Meruncing, IRGC Siaga Penuh

IRGC sebagai pasukan khusus Iran saat ini dalam posisi siap  untuk merespon segala serangan yang dilancarkan AS.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
khamenei.ir
ALI KHAMENEI NUKLIR - Ayatollah Ali Khamenei, bertemu dengan keluarga Martir Keamanan di husayniyya Imam Khomeini pada Minggu (27/10/2024). Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait program nuklir Iran tidak akan membawa manfaat 

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh New York Times, mengutip seorang pejabat senior AS yang mengetahui langsung pembahasan tersebut.

Menurut laporan itu, Netanyahu secara khusus meminta Trump untuk “menunda rencana apa pun” terkait aksi militer terhadap Teheran.

Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa kedua pemimpin telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon.

Namun, pihak Gedung Putih tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai substansi percakapan tersebut.

Langkah Netanyahu dinilai sebagai upaya untuk menahan eskalasi konflik yang berisiko meluas menjadi perang regional.

Kekhawatiran itu muncul mengingat Iran telah secara terbuka mengancam akan membalas Israel jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap wilayahnya, yang berpotensi menempatkan Israel sebagai sasaran utama serangan balasan.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan adanya komunikasi antara Trump dan Netanyahu, namun menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan mengungkap isi pembicaraan tersebut kepada publik.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Tekanan untuk menahan diri juga datang dari sejumlah sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir.

Seorang pejabat negara Teluk Arab memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat memicu konflik regional berskala luas yang dampaknya sulit dikendalikan, baik secara politik, keamanan, maupun ekonomi.

Desakan dari Israel dan negara-negara sekutu ini mencerminkan kekhawatiran internasional yang semakin besar terhadap kemungkinan pecahnya perang besar di Timur Tengah, di tengah situasi keamanan yang dinilai semakin rapuh dan penuh ketidakpastian.

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved