Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia

Amerika Serikat menerapkan strategi baru untuk menghadapi Iran dengan melakukan blokade Selat Hormuz.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE (NMCS)
Salah satu kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz. 

Ringkasan Berita:
  • AS resmi memblokade Selat Hormuz bagi semua kapal yang menuju/keluar pelabuhan Iran setelah negosiasi nuklir di Pakistan menemui jalan buntu.
  • Donald Trump mengancam akan menenggelamkan kapal serang Iran yang mendekat. Iran membalas dengan menyebutnya sebagai pembajakan dan mengancam keamanan seluruh pelabuhan di kawasan.
  • PBB menyoroti 20.000 pelaut yang terjebak, sementara negara seperti Prancis, Inggris, Rusia, dan China mendesak stabilitas serta kebebasan navigasi global.

 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC Amerika Serikat menerapkan strategi baru untuk menghadapi Iran dengan melakukan blokade Selat Hormuz.

Langkah ini diambil AS setelah negosiasi kedua negara yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) lalu deadlock.

Setelah menerapkan strategi blokade Selat Hormuz, AS mengancam akan menenggelamkan kapal serang Iran yang berani mendekati daerah yang diblokade.

Dikutip dari Kompas.com, ancaman itu disampaikan langsung oleh Presiden Donald Trump sebagai respon atas gagalnya kesepakatan kedua belah pihak saat melakukan negosisasi di Pakistan.

Trump menyebut, blokade Selat Hormuz ini berlaku untuk seluruh kapal yang keluar masuk ke pelabuhan-pelabuhan di Iran.

Dalam statmennya, Trump mengklaim telah mengancurkan sebagian besar angkatan laut Iran.

Namun demikian, masih ada sisa kapal cepat Iran yang beroperasi di Selat Hormuz.

Kapal-kapal serang Iran itu menurut Trump hanya tinggal menunggu waktu saja untuk dimusnahkan jika berani mendekati wilayah yang diblokade.

Ia juga mengeklaim 34 kapal melintasi Selat Hormuz pada Minggu (12/4/2026), jumlah tertinggi sejak perang dimulai, meski belum dapat diverifikasi. 

Blokade yang diberlakukan sejak Senin itu mencakup seluruh kapal dari berbagai negara yang hendak masuk atau keluar pelabuhan Iran, termasuk di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sementara itu Iran menegaskan pihaknya akan memberikan respon keras atas blokade AS tersebiy.

Iran menyebut blokade yang dilakukan AS adalah tindakan pembajakan.

Jika keamanan pelabuhan mereka terancam, maka tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Arab yang akan aman.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, sedangkan Kepala Angkatan Laut Iran Shahram Irani menyebut blokade Trump “konyol.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved