Ketegangan Iran dan AS Meruncing, IRGC Siaga Penuh
IRGC sebagai pasukan khusus Iran saat ini dalam posisi siap untuk merespon segala serangan yang dilancarkan AS.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Iran menegaskan negaranya siap untuk berperang melawan Amerika Serikat.
Saat ini militer Iran dalam posisi siaga penuh untuk mengantisipasi serangan dari AS.
Pernyataan itu ditegaskan oleh Komandan IRGC Mohammad Pakpour dalam pernyataan tertulis yang dikutip televisi pemerintah Iran.
Menurut Pakpour, IRGC sebagai pasukan khusus Iran saat ini dalam posisi siap untuk merespon segala serangan yang dilancarkan AS.
“IRGC berada dalam kesiapan penuh untuk menanggapi secara tegas kesalahan perhitungan musuh,” tegas Pakpour, sembari menyebut Trump dan Netanyahu sebagai “pembunuh pemuda Iran”.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Pengawal Revolusi Islam adalah kekuatan militer dan keamanan elite Iran yang dibentuk pada tahun 1979 setelah Revolusi Islam.
Tujuan utamanya adalah melindungi sistem pemerintahan Islam dan ideologi revolusi.
IRGC berada langsung di bawah kendali Pemimpin Tertinggi Iran, terpisah dari militer reguler, dan memiliki unit darat, laut, udara, serta milisi Basij untuk keamanan dalam negeri.
Selain peran domestik, IRGC juga aktif di luar negeri melalui Quds Force, yang mendukung kelompok dan sekutu Iran di Timur Tengah.
Organisasi ini memiliki pengaruh besar dalam politik dan ekonomi Iran, mengelola berbagai bisnis dan proyek strategis.
Karena aktivitas militernya dan dukungan terhadap kelompok bersenjata, IRGC dianggap kontroversial dan telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Di sisi lain, AS menarik sebagian pasukannya dari Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar pada Rabu (14/1/2026).
Penarikan personel militer dari Qatar tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah satu pejabat AS.
Pejabat tersebut menyebut langkah itu sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi personel di tengah meningkatnya risiko keamanan.
Namun, sejumlah analis dan pengamat militer menilai penarikan terbatas tersebut justru dapat dibaca sebagai indikator meningkatnya kesiapan militer AS, bukan semata-mata langkah defensif.
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
| Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
| Mediasi As-Iran Buntu, Pakar UMY Sebut Ancaman Trump Sebagai Diplomasi Koersif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ali-Khamenei-Tegaskan-Iran-Tak-Akan-Hentikan-Program-Pengayaan-Uranium.jpg)