Waspada, Ini 4 Tanda Tanah yang Berpotensi Mengalami Sinkhole
Tanah bisa ambles tanpa peringatan. Kenali 4 tanda awal sinkhole agar risiko bencana dapat diantisipasi sejak dini sebelum terlambat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Sinkhole dapat ditandai oleh perubahan fisik tanah seperti amblesan, retakan, dan penurunan permukaan.
- Faktor alam dan aktivitas manusia, seperti eksploitasi air tanah, mempercepat terbentuknya rongga bawah tanah.
- Deteksi dini dan kewaspadaan masyarakat penting untuk mencegah kerusakan dan korban jiwa.
TRIBUNJOGJA.COM – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan bukan lagi peristiwa langka.
Terutama di wilayah dengan kondisi geologi tertentu seperti kawasan karst.
Kawasan karst adalah bentang alam unik yang terbentuk dari pelarutan batuan kapur yang terjadi elama berabad-abad.
Menciptakan ciri khas berupa gua, sungai bawah tanah, stalaktit, dan cekungan tertutup.
Sinkhole dapat muncul secara perlahan maupun tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur hingga membahayakan keselamatan jiwa.
Oleh karena itu, kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
Sinkhole terbentuk akibat runtuhnya lapisan tanah di atas rongga bawah tanah yang melemah.
Proses ini dapat dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia.
Seperti curah hujan tinggi, pelarutan batuan kapur, serta eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Bersumber dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Berikut empat tanda tanah yang patut diwaspadai sebagai indikasi awal potensi terjadinya sinkhole.
Baca juga: Pakar Geologi UGM Sarankan Upaya Relokasi Terkait Sinkhole
1. Retakan Tanah atau Aspal yang Muncul Tiba-Tiba
Munculnya retakan pada tanah, jalan, atau lantai bangunan tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda pergerakan tanah di bawah permukaan.
Retakan ini dapat melebar seiring waktu dan menandakan struktur tanah yang mulai melemah.
2. Permukaan Tanah Menurun Secara Perlahan
Tanah yang terlihat ambles atau menurun secara perlahan, baik di halaman rumah maupun area terbuka, perlu diwaspadai.
Kondisi ini sering menjadi tanda awal terbentuknya sinkhole.
Penurunan tanah tersebut mengindikasikan adanya rongga atau ruang kosong di bawah permukaan tanah.
Penurunan ini sering tidak disadari karena terjadi bertahap.
3. Pohon, Tiang, atau Bangunan Tampak Miring
Perubahan posisi objek tegak seperti pohon, pagar, atau tiang listrik bisa menandakan ketidakstabilan tanah.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran lapisan tanah penopang.
4. Genangan Air di Lokasi yang Tidak Biasa
Munculnya genangan air di area yang sebelumnya kering dapat mengindikasikan perubahan jalur aliran air bawah tanah.
Hal ini sering berkaitan dengan terbentuknya rongga atau amblesan.
Baca juga: Fenomena Sinkhole Terjadi di Gunungkidul, Ini Kata BPBD
Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan sinkhole.
Jika ditemukan gejala mencurigakan, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sinkhole bukan hanya menjadi persoalan geologi, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.(MG Khoirunnida)
| Tanah Gerak di Bantul, Area Perumahan di Triwidadi Ternyata Dulunya Tanah Miring yang Diratakan |
|
|---|
| BPBD Bantul Gandeng Tim Geologi, Cek Lima Titik Tanah Gerak |
|
|---|
| BPBD Kulon Progo Pantau Sinkhole Popohan Kalibawang Sejak 2023, Siapkan Penanganan Kejadian Baru |
|
|---|
| Sinkhole di Popohan Kalibawang Kulon Progo Kembali Terbuka Setelah 2 Tahun Aman Usai Ditimbun |
|
|---|
| Dalam Hitungan Detik, Jalanan di Kota Shanghai Berubah jadi Sinkhole Raksasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Fenomena-Sinkhole-Terjadi-di-Gunungkidul-Ini-Kata-BPBD.jpg)