Analisa Ahli Geologi UPN Soal Kebakaran Misterius di Seyegan
Pemerintah daerah hingga kepolisian telah turun tangan dan menduga kuat adanya akumulasi gas metana.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Rumah Agus Yani di Sleman mengalami 44 kali kemunculan titik api misterius secara acak yang membakar berbagai barang selama sepekan.
- Tm Gegana Polda DIY menduga kebakaran dipicu akumulasi bocoran gas metana di bawah lantai, sehingga penghuni menguras rumah dan bersiaga 24 jam.
- Pakar geologi UPN, Prof. Eko Teguh, menilai ada kejanggalan karena sifat api berpindah-pindah dan metana tidak bisa terbakar sendiri tanpa pemicu panas.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Fenomena munculnya puluhan titik api secara misterius di sebuah rumah warga di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, memicu tanda tanya besar.
Pemerintah daerah hingga kepolisian telah turun tangan dan menduga kuat adanya akumulasi gas metana.
Namun, tinjauan komprehensif dari kacamata kegeologian justru menyoroti sejumlah anomali, khususnya mengenai sifat api yang berpindah-pindah serta ketiadaan pemicu panas yang jelas.
Guru Besar Ilmu Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno, menjabarkan analisis mendalamnya untuk membedah fenomena yang telah meneror keluarga Agus Yani selama sepekan terakhir.
Hingga Jumat (29/5/2026), kediaman berlantai dua milik Agus Yani tak lagi menjadi tempat bernaung yang aman.
Tercatat sudah 44 kali titik api tiba-tiba berkobar dan melahap barang-barang secara acak.
Waktu dan lokasi kemunculannya sama sekali tidak bisa ditebak.
Sebagai contoh, pada Kamis (28/5/2026) siang, helm dan styrofoam di atas akuarium ruang depan mendadak terbakar.
Malam harinya, pukul 21.55 WIB, tumpukan kayu di area terbuka sebelah timur rumah berkobar.
Bahkan pada Jumat dini hari, gulungan kabel di dalam plastik yang tersimpan di bawah atap belakang rumah tiba-tiba meleleh akibat terbakar.
Putri Agus Yani, H. Mutfiana, menceritakan betapa menguras tenaganya situasi tersebut. Dalam sehari, teror api bisa terjadi hingga lima kali.
Keluarga Agus terpaksa menguras isi rumah, mengevakuasi barang-barang yang mudah terbakar ke luar ruangan.
Kini, di setiap sudut rumah bersiaga ember-ember berisi handuk basah serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Mereka harus terjaga 24 jam penuh, memasang mata dan telinga demi mengantisipasi kemunculan titik api baru.
| Kisah Keluarga di Sleman Bertubi-tubi Diteror Api Misterius, Sepekan Terjadi 44 Kali Kebakaran |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Titik Api Muncul Lagi |
|
|---|
| Teror Api Muncul Lagi Bakar Tumpukan Kayu, Keluarga di Seyegan Terus Berjaga |
|
|---|
| Tanggapi Kebakaran Misterius di Sleman, Pakar di Bidang Teknik Kimia Jelaskan Unsur Segitiga Api |
|
|---|
| Lacak Sumber Pemicu Api Misterius di Seyegan, BPBD Sleman Koordinasi Pertamina hingga Ahli Geologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Breaking-News-Titik-Api-Muncul-Lagi-di-Rumah-Agus-Yani-Sore-Ini.jpg)