Daftar Ahli yang Diajukan Kubu Roy Suryo Sebagai Saksi Meringankan

Kubu Roy Suro cs mengajukan sejumlah ahli sebagai saksi meringankan kepada penyidik Polda Metro Jaya

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Kompas.com/Hanifah Salsabila
SAKSI MERINGANKAN : Roy Suryo cs bersama tim kuasa hukum menyambangi Polda Metro Jaya mengantarskan sejumlah dokumen, Kamis (20/11/2025). Roy Suryo CS mengajukan sejumlah ahli sebagai saksi meringankan kasus yang menjeratnya 

 

Ringkasan Berita:
  • Roy Suryo cs ajukan 4 saksi ahli dan 11 saksi meringankan ke Polda Metro Jaya untuk kasus tudingan ijazah Presiden Jokowi palsu klaster kedua.
  • Ahli yang diajukan meliputi bidang linguistik forensik, pidana, dan teknologi informasi untuk memberikan perspektif seimbang dalam penyidikan.
  • Delapan tersangka telah ditetapkan Polda, dibagi dua klaster; Roy Suryo cs dijerat Pasal UU ITE terkait manipulasi dokumen elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara.
 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Berikut daftar saksi ahli yang diajukan oleh tiga tersangka dalam kasus tudingan ijazah Presiden Joko Widodo palsu klaster kedua, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma yang diajukan kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Ahli yang diajukan sebagai saksi meringankan oleh kubu Roy Suryo cs ini berjumlah empat orang.

Di antaranya Ahli Linguistik Forensik UPI Bandung Aceng Ruhendi Syaifullah; Ahli Pidana Universitas Indonesia Gandjar Laksamana Bonaprata Bondan; Ahli Pidana Universitas Trisakti Azmi Syahputra; serta Ahli Teknologi Informasi Universitas Airlangga Henri Subianto.

Selain saksi ahli, kubu Roy Suryo juga mengajukan 11 saksi meringankan lainnya ke penyidik.

Adapun surat permohonan kepada penyidik yang berisi nama daftar saksi ahli dan saksi meringankan itu disampaikan oleh Roy Suryo cs pada Kamis (20/11/2025) siang.

Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma yang didampingi oleh kuasa hukumnya mendatangi langsung Polda Metro Jaya untuk menyerahkannya.

Dikutip dari Kompas.com, Kuasa hukum mereka, Ahmad Khozinudin, menyatakan permohonan tersebut diajukan untuk menghadirkan saksi dan ahli yang dianggap dapat menyeimbangkan proses penyidikan. 

“Hari ini kami akan mengirimkan surat secara resmi kepada Dirkrimum Polda Metro Jaya tentang sejumlah nama ahli-ahli yang memang sudah kami siapkan,” kata Khozinudin kepada wartawan, Kamis.

Khozinudin menyebut, dengan permohonan pemeriksaan saksi ahli dan saksi dari pihak tersangka ini bisa memberikan perspektif lain kepada penyidik.

Baca juga: Kantor BUKP Kemantren Tegalrejo Digeledah Penyidik Kejati DIY Atas Dugaan Korupsi

Sebab, selama ini proses penyidikan lebih banyak memeriksa saksi dan ahli dari pihak penyidik.

Harapannya dengan pemeriksaan saksi dan ahli dari pihak tersangka ini, proses penyidikan lebih berimbang.

Khozinudin mengatakan, saksi-saksi tersebut khusus dihadirkan untuk tahap penyidikan dan berbeda dengan saksi yang akan mereka hadirkan pada tahap persidangan.

“Selanjutnya kami juga menyampaikan 11 saksi, saksi-saksi yang meringankan di tahap penyidikan, terlepas kami juga nanti akan menghadirkan lagi di tingkat persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, fitnah, ujaran kebencian, dan manipulasi data elektronik terkait tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved