Pesan Pimpinan Baru BRIN: Peneliti Harus Hadir di Lapangan
Pimpinan BRIN menyampaikan bahwa peneliti perlu kembali dekat dengan kondisi lapangan dan membawa inovasi yang relevan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Ringkasan Berita:
- Apel pagi BRIN pada 17 November 2025 menjadi arahan perdana pimpinan baru, yaitu Kepala BRIN Prof. Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, setelah pelantikan oleh Presiden Prabowo.
- Deretan karangan bunga dan spanduk ucapan selamat terlihat di beberapa kantor BRIN, sementara pimpinan menekankan pentingnya peneliti kembali dekat dengan kondisi lapangan dan membawa inovasi.
TRIBUNJOGJA.COM - Apel pagi BRIN pada Senin, 17 November 2025, menjadi agenda pertama bagi pimpinan baru memberikan arahan setelah dilantik Presiden Prabowo pada 10 November 2025.
Pelantikan tersebut menetapkan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. sebagai Kepala BRIN dan Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc. DESD., ASEAN Eng. sebagai Wakil Kepala BRIN.
Di sejumlah kantor BRIN, seperti Gatot Subroto, Thamrin, dan Rawamangun, terlihat deretan karangan bunga serta spanduk ucapan selamat untuk pimpinan baru.
Dalam arahannya, pimpinan BRIN menyampaikan bahwa peneliti perlu kembali dekat dengan kondisi lapangan dan membawa inovasi yang relevan.
“Peneliti harus dekat dengan realitas dan persoalan di daerah, lalu membawa inovasi untuk membantu memberi solusi,” ujarnya.
Prof. Arif Satria juga menekankan pentingnya kepekaan terhadap situasi di berbagai wilayah.
Baca juga: Kembali Terjadi Temperan Kereta, Daop 6 Yogyakarta Imbau Warga Tidak Beraktivitas di Sekitar Jalur
“Peneliti harus peka terhadap keadaan dari pusat hingga pelosok, dan terus berkarya untuk negeri,” katanya.
Dukungan datang dari periset daerah, salah satunya Linda Wige Ningrum, S.Hut., M.Sc. dari Pusat Riset Ekologi BRIN.
“Kami mendukung arahan agar periset kembali ke daerah dan hadir langsung di lapangan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan semangat Research for Impact.
Melalui komentar Zoom, Wige kembali menyampaikan harapannya.
“Kami siap pulang ke daerah membawa inovasi yang bermanfaat sampai ke pelosok,” ujarnya. (*/rls)
| Kolaborasi Lintas Sektor Penting Dalam Memperluas Konektivitas Digital Nasional |
|
|---|
| Yogyakarta Peringkat Kedua Kota Termaju di Indonesia Berdasarkan IDSD 2025 versi BRIN |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Krisis Energi Berpotensi Panjang, Pemerintah Perlu Strategi Sistemik Jangka Pendek hingga Panjang |
|
|---|
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Arif-Satria-kepala-brin.jpg)