Puisi

15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Di Indonesia, Hari Ibu ditetapkan pada tanggal 22 Desember melalui keputusan Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Pinterest
Ilustrasi : 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari Ibu 22 Desember selalu menjadi ruang hening bagi banyak orang untuk kembali mengenang perempuan yang hidupnya penuh pengorbanan.

Di Indonesia, Hari Ibu ditetapkan pada tanggal 22 Desember melalui keputusan Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928.

Pada kongres tersebut, para perempuan Indonesia berkumpul membahas isu kesetaraan, pendidikan, dan peran politik perempuan.

Ibu adalah sosok yang sering hadir tanpa suara, namun selalu menjadi fondasi paling kuat dalam kehidupan. 

Ia adalah tempat pulang paling awal, pelindung paling tabah, dan doa yang tidak pernah berhenti mengiringi langkah kita.

Memperingati Hari Ibu bukan sekadar rutinitas tahunan.

Momentum ini mengajak kita untuk kembali memberi perhatian, waktu, dan rasa terima kasih yang sederhana namun bermakna.

Sebab bagi seorang ibu, melihat anaknya tumbuh bahagia sudah cukup menjadi hadiah terbesar.

Untuk membantu Anda mengungkapkan rasa sayang di Hari Ibu 2025, berikut kumpulan 15 puisi Hari Ibu yang menyentuh, puitis, dan sarat makna.

1. Doa yang Tak Pernah Henti

Ibu, ketika langkahku mulai kehilangan arah,
namamu adalah cahaya pertama yang terbit di kepala.
Aku mungkin berpura-pura kuat,
namun doa yang kau kirimkan diam-diam
mengikatku pada rumah yang tidak pernah berubah.

Engkau tidak selalu hadir dalam jarak yang dekat,
tetapi setiap malam aku merasa tanganmu
membetulkan gelisahku yang tidak selesai.
Jika suatu hari aku kembali dengan luka,
aku tahu pelukanmulah yang menjahitnya perlahan.

Aku mungkin tumbuh menjadi orang asing,
namun di sudut doamu namaku tetap sama,
tidak pernah bergeser sedetik pun.
Terima kasih, Ibu,
karena kau mencintaiku dengan diam yang penuh kekuatan.

Baca juga: Peringatan Hari Ibu, Sri Sultan HB X Dorong Keberpihakan Nyata bagi Ibu

2. Peluk yang Diam-Diam Menyembuhkan

Saat dunia berteriak terlalu keras,
aku mencari tempat paling sunyi, dan itu selalu dadamu.
Di sana tidak ada tuntutan,
tidak ada pertanyaan yang memaksaku menjawab.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved