Peringatan Hari Ibu, Sri Sultan HB X Dorong Keberpihakan Nyata bagi Ibu
Sri Sultan menegaskan bahwa berbicara tentang ibu berarti berbicara tentang kualitas peradaban dan cara sebuah masyarakat
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pesan dan penegasan saat peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta.
- Menurut Sultan, berbicara tentang ibu, berarti berbicara tentang kualitas peradaban. Tentang bagaimana sebuah masyarakat menghargai kerja-kerja yang sering tidak terlihat, tetapi menentukan segalanya.
TRIBUNJOGJA.COM - Penghormatan kepada ibu seharusnya tidak berhenti pada ingatan dan seremoni. Dari Yogyakarta, peringatan Hari Ibu ke-97 menjadi moment untuk membangun masyarakat yang lebih setara dan berkeadaban.
Pesan tersebut mengemuka dalam Puncak Acara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Yogyakarta, Kamis (18/12).
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa berbicara tentang ibu berarti berbicara tentang kualitas peradaban dan cara sebuah masyarakat serta negara menghadirkan keadilan.
“Berbicara tentang ibu, berarti berbicara tentang kualitas peradaban. Tentang bagaimana sebuah masyarakat menghargai kerja-kerja yang sering tidak terlihat, tetapi menentukan segalanya. Tentang bagaimana negara tidak hanya mengagungkan pengorbanan, tetapi menghadirkan keadilan,” ungkap Sri Sultan.
Memaknai hari ibu
Sri Sultan memandang dinamika kehidupan modern menempatkan ibu pada peran yang semakin kompleks. Di satu sisi, perempuan dan ibu hadir dalam berbagai ruang kehidupan, namun di sisi lain masih menghadapi keterbatasan yang nyata dan berlapis.
“Namun, kita juga harus jujur mengakui, bahwa masih banyak ibu yang menghadapi keterbatasan: dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan ekonomi dan partisipasi yang setara,” tutur Sri Sultan.
Karena itu, menurut Sultan, makna Hari Ibu tidak terletak pada simbol dan seremoni, melainkan pada tanggung jawab nyata yang harus diwujudkan melalui kebijakan dan sistem yang adil serta berpihak. Penghormatan kepada ibu, lanjutnya, menuntut hadirnya lingkungan yang memungkinkan perempuan dan ibu bertumbuh tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri.
“Cinta dan penghormatan tidak cukup diwujudkan dalam simbol, tetapi harus hadir dalam kebijakan yang adil, sistem yang berpihak, dan lingkungan yang memungkinkan perempuan dan ibu bertumbuh tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri,” tegasnya.
Layanan kesehatan ibu yang berkualitas
Sri Sultan juga menekankan pentingnya komitmen konkret pemerintah melalui layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta perluasan akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi. Namun, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab tersebut merupakan kerja bersama.
“Meski demikian, tanggung jawab itu tidak boleh hanya berada di pundak pemerintah. Ini adalah kerja bersama, dimulai di rumah, di tempat kerja, di sekolah, hingga di ruang publik,” tambah Sri Sultan.
Menutup sambutannya, Sri Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai penghormatan kepada ibu sebagai tekad kolektif dalam membangun kehidupan yang lebih setara dan berkeadaban.
“Mari maknai penghormatan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai tekad. Tekad untuk membangun masyarakat yang lebih setara, lebih manusiawi, dan lebih berkeadaban,” pungkas Sultan.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu ke-97 Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2025, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran strategis perempuan dan ibu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa.
“Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, apresiasi dan penguatan peran strategis perempuan,” ujar GKR Hemas.
| Sri Sultan HB X Terima Lifetime Dedication Award, Kedepankan Ilmu Titen dalam Mitigasi Bencana |
|
|---|
| Sultan Resmikan Pendidikan Khas Kejogjaan, Dr Raden Stevanus: Cetak Talenta DIY Berkarakter Mulia |
|
|---|
| Menjawab Tantangan Zaman, Sri Sultan HB X Resmi Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Persilakan Komisi X DPR Panggil Disdikpora DIY Terkait Kasus Kekerasan "Daycare" |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Tak Habis Pikir, Pertanyakan Naluri Keibuan 13 Tersangka Daycare Little Aresha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-Sampaikan-Duka-atas-Wafatnya-PB-XIII-Keraton-Yogyakarta-Tunda-Pertunjukan-Seni.jpg)