Berita Kulon Progo Hari Ini
Dinkes Kulon Progo Antisipasi Penyebaran Penyakit Menular Usai Libur Lebaran
Sejumlah penyakit menular yang berpotensi meningkat saat libur Lebaran hingga usai, yakni Seperti batuk-pilek, diare, Demam Berdarah, hingga Malaria.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo tetap meningkatkan kewaspadaannya meski libur Idulfitri atau Lebaran di 2024 ini sudah usai.
Kewaspadaan terutama terhadap potensi penyebaran penyakit menular.
Kepala Dinkes Kulon Progo , Sri Budi Utami mengatakan ada sejumlah penyakit menular yang berpotensi meningkat saat libur Lebaran hingga usai.
"Seperti batuk-pilek, diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), hingga Malaria," kata Budi pada Kamis (18/04/2024).
Setidaknya ada 2 penyakit menular yang saat ini tengah diwaspadai, yaitu DBD dan Malaria.
Sebab untuk DBD sendiri terdapat tren peningkatan yang terjadi di Kulon Progo pada Maret 2024.
Menurut Budi, peningkatan ini juga terjadi seluruh Pulau Jawa. Sedangkan Malaria juga jadi perhatian lantaran belum lama ini ada wabah muncul di Sulawesi, yang dikhawatirkan bisa masuk ke Kulon Progo lewat para pemudik.
"Terakhir ada 8 kasus Malaria di wilayah utara Kulon Progo , sedangkan kasus DBD kebanyakan di wilayah selatan," ungkapnya.
Baca juga: Angka Wisatawan Saat Lebaran 2024 Tak Sesuai Prediksi, Kadispar Kulon Progo Ungkap Penyebabnya
Budi juga mengantisipasi kemunculan Antraks di Kulon Progo , mengingat daging sapi biasanya diambil dari Gunungkidul, yang belum lama ini ditemukan kasus Antraks baru.
Kulon Progo hingga kini belum ada temuan kasus Antraks pada hewan maupun manusia.
Seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pun diminta untuk turut meningkatkan kewaspadaan.
Adapun selama libur Lebaran kemarin, semua fasyankes di Kulon Progo disiagakan untuk penanganan darurat.
"Kami siapkan surveilans sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit," kata Budi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kulon Progo , Arif Mustofa mengatakan jumlah kasus DBD di Maret 2024 lebih tinggi dibandingkan Maret 2023.
Peningkatan pun mulai dirasakan sejak Februari 2024.
Berdasarkan data yang diberikan, pada Maret 2024 tercatat sebanyak 113 kasus DBD di Kulon Progo .
Sementara di Maret 2023 tercatat hanya ada 43 kasus DBD yang dilaporkan.
"Meski demikian sampai saat ini belum dilaporkan kematian akibat DBD," ujar Arif.( Tribunjogja.com )
| Seorang Santri Asal Bantul Meninggal Tertemper Kereta di Sentolo Kulon Progo |
|
|---|
| HUT Ke-10, RSUD NAS Kulon Progo Resmikan Sejumlah Fasilitas Layanan Kesehatan Baru |
|
|---|
| Underpass Kulur di Kulon Progo Ditutup Imbas Kerap Tergenang Air di Musim Penghujan |
|
|---|
| Bayi Korban TPPO Dikembalikan ke Orang Tuanya Setelah Sempat Dirawat di RSUD Wates Kulon Progo |
|
|---|
| 1.056 Buruh Pabrik Rokok Terima BLT DBH CHT dari Pemkab Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dinkes-Kulon-Progo-Antisipasi-Penyebaran-Penyakit-Menular-Usai-Libur-Lebaran.jpg)