Uji Kandungan Lemak & Kolesterol: Sapi, Kambing, atau Unta yang Paling Aman?
Ahli gizi menyarankan untuk memilih potongan daging rendah lemak serta menghindari penggunaan minyak atau santan berlebih saat memasak
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Momen Iduladha identik dengan meningkatnya konsumsi daging merah seperti sapi dan kambing, bahkan daging unta di beberapa wilayah.
Namun, masyarakat perlu menyadari bahwa sehat atau tidaknya daging yang dikonsumsi bukan hanya tergantung pada jenisnya, melainkan sangat ditentukan oleh porsi makan dan cara pengolahannya.
Guna mencegah risiko penyakit kardiovaskular, ahli gizi menyarankan untuk memilih potongan daging rendah lemak serta menghindari penggunaan minyak atau santan berlebih saat memasak.
Dikutip dari Kompas.com, berikut ini kandungan nutrisi dari daging sapi, kambing dan unta menurut penelitian:
Masing-masing daging memiliki keunggulan berbeda-beda.
Namun dari ketiga jenis daging tersebut, kandungan lemak dan kolesterol yang paling sedikit adalah daging unta.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal LWT – Food Science and Technology tahun 2020 membandingkan kandungan nutrisi daging unta, sapi, kambing/domba, dan ayam.
Hasilnya menunjukkan daging unta memiliki kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah, tetapi kandungan mineral, vitamin, serta asam amino lebih tinggi dibanding jenis daging lain yang diteliti.
Penelitian tersebut juga menyebut daging unta memiliki jumlah bakteri patogen lebih rendah sehingga dianggap lebih aman dikonsumsi.
Dalam tinjauan ilmiah yang diterbitkan Journal of Ethnic Foods tahun 2021, para peneliti menyebut daging unta mengandung sekitar 19 persen protein dan hanya sekitar 3 persen lemak.
Kandungan lemak intramuskularnya juga lebih rendah dibanding sapi dan kambing.
Peneliti menjelaskan rendahnya lemak dan kolesterol membuat daging unta lebih menarik bagi konsumen yang sadar kesehatan, terutama terkait risiko penyakit kardiovaskular.
Selain itu, daging unta juga mengandung zat besi cukup tinggi yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
Meta-analisis global terbaru yang dipublikasikan di jurnal Meat Science tahun 2025 juga menyebut daging unta berpotensi menjadi alternatif sumber protein yang lebih sehat dan berkelanjutan, terutama di wilayah kering dan terdampak perubahan iklim.
Kemudian daging yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi dari unta adalah daging kanbing.
Daging kambing juga sering dianggap lebih sehat dibanding sapi karena kandungan lemaknya relatif lebih rendah.
Baca juga: Sembuh atau Berdamai? Normalitas Baru dalam Hidup Bersama Penyakit
Beberapa penelitian menunjukkan kandungan lemak daging kambing lebih rendah daripada sapi, terutama jika berasal dari bagian tanpa banyak lemak.
Tetapi, kadar kolesterolnya tetap perlu diperhatikan, terlebih jika dikonsumsi berlebihan atau dimasak dengan santan dan minyak berlebih.
Di sisi lain, daging kambing tetap menjadi sumber protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc yang baik untuk tubuh.
Daging sapi tetap kaya nutrisi Meski kerap dikaitkan dengan kolesterol tinggi, daging sapi sebenarnya tetap memiliki banyak manfaat nutrisi.
Daging sapi kaya protein, zat besi, vitamin B12, zinc, dan kreatin yang penting untuk pembentukan otot serta energi tubuh.
Namun, beberapa potongan daging sapi memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing dan unta.
Karena itu, ahli gizi umumnya menyarankan memilih bagian rendah lemak serta membatasi konsumsi daging merah berlebihan.
Berdasarkan hasil penelitian, dari ketiga jenis daging tersebut, daging unta cenderung lebih unggul dibanding sapi maupun kambing.
Sementara kambing berada di tengah, dan sapi umumnya memiliki kandungan lemak lebih tinggi tergantung potongannya.
Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jenis daging, tetapi juga cara pengolahan dan jumlah konsumsi.
Mengonsumsi daging secara berlebihan, terutama yang diproses atau tinggi lemak jenuh, tetap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sebaliknya, memilih potongan rendah lemak dan memasaknya dengan cara sehat seperti direbus atau dipanggang dapat membantu menjaga manfaat gizinya.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Harga Daging Sapi dan Daging Ayam di Wates Kulon Progo Kompak Melonjak Jelang Lebaran |
|
|---|
| Awal Ramadan, Permintaan Daging Ayam dan Sapi di Bantul Meningkat |
|
|---|
| Alasan Pedagang Daging Sapi di Jabodetabek Mogok Berjualan Selama Tiga Hari |
|
|---|
| Resep Daging Sapi Lada Hitam Ala Restoran, Gurih Pedas Aromatik |
|
|---|
| Resep Empanada Argentina Isi Daging, Kulit Renyah dan Isian Juicy |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Waspada-Hipertensi-Ternyata-Segini-Perbandingan-Kadar-Kolesterol-pada-Daging-Kambing-Sapi-Ayam.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.