Awal Ramadan, Permintaan Daging Ayam dan Sapi di Bantul Meningkat
Awal Ramadan 1447 H / 2026 M, penjualan daging ayam dan sapi di pasar tradisional yang ada di Bantul mengalami peningkatan.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Awal Ramadan 1447 H / 2026 M, penjualan daging ayam dan sapi di pasar tradisional yang ada di Bantul mengalami peningkatan.
Noni Pratiwi (43), pedagang daging ayam di Pasar Bantul, mengaku penjualannya mengalami kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa.
Sebagian besar konsumen membeli daging ayam untuk dikonsumsi sendiri, terutama untuk berbuka puasa dan sahur.
"Selama Ramadan ini, dalam sehari bisa menjual sekitar 30 kilogram daging ayam. Kalau hari biasa, dalam sehari ya kejual sekitar 20 kilogram daging ayam," katanya, saat dijumpai di Pasar Bantul, Jumat (20/2/2026).
Ia pun memastikan stok komoditas tersebut aman. Dalam sehari, setidaknya stok daging ayam di tempatnya bisa mencapai sekitar 35-40 kilogram.
Lebih lanjut, tak hanya permintaan yang naik, Noni menyebut bahwa harga jual daging ayam di pasaran juga mengalami kenaikan.
Kenaikan harga jual itu terjadi sejak dua pekan yang lalu dikarenakan banyaknya warga yang melaksanakan tradisi ruwahan, program makan bergizi gratis (MBG), dan menjelang Ramadan.
"Harga daging ayam sebelumnya itu Rp36 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp40 ribu per kilogram. Harganya naik sejak dua minggu terakhir," ujar dia.
Baca juga: Semakin Pedas, Harga Cabai di Bantul Capai Rp105 Ribu per Kilogram
Tingginya permintaan tersebut ternyata tidak dirasakan oleh Suryanti (58), penjual daging ayam di Pasar Bantul. Ia mengatakan, bahwa penjualan daging ayam di tempatnya cenderung stabil yakni satu kuintal per hari.
"Karena di tempat saya kan, pembeli itu enggak hanya untuk konsumsi pribadi, tapi ada juga yang dipakai untuk jualan bakso. Jadi, konsumen itu beli daging ayam terus digiling untuk bahan tambahan bakso yang mau dijual lagi," ucap dia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa stok daging ayam sejauh ini cenderung aman dan dapat mencukupi permintaan pasar sampai momen Idulfitri nanti.
"Kalau harga daging ayam saat ini Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Itu karena kalau bulan puasa seperti ini kan yang dibutuhkan konsumen ada paha atas dan paha bawah," katanya.
Sementara itu, Yahya (27), karyawan penjual daging sapi Bu Mur di Pasar Bantul, mengaku permintaan daging sapi selama Ramadan mengalami peningkatan.
"Kalau sekarang ini banyak konsumen yang membeli daging sapi enggak cuma untuk konsumsi pribadi, tetapi juga mengisi takjil di tempat ibadah," tutur dia.
Meski tidak signifikan, saat ini dalam sehari kiosnya bisa menjual daging sapi sekitar 80 kilogram.
| BPS Catat Inflasi DIY Maret 2026 Sebesar 0,45 Persen, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
| Harga Daging Sapi dan Daging Ayam di Wates Kulon Progo Kompak Melonjak Jelang Lebaran |
|
|---|
| Harga Daging Ayam di Sleman Merangkak Naik, Warga Diimbau Tidak Belanja Berlebihan |
|
|---|
| Semakin Pedas, Harga Cabai di Bantul Capai Rp105 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Wates Tembus Rp 100 Ribu Per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Awal-Ramadan-Permintaan-Daging-Ayam-dan-Sapi-di-Bantul-Meningkat.jpg)