BPS Catat Inflasi DIY Maret 2026 Sebesar 0,45 Persen, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama

Artinya, secara bulanan, kenaikan harga pada Maret 2026 terutama dipicu oleh tiga kelompok pengeluaran.

Tayang:
Istimewa/Tangkapan Layar BPS DIY
INFLASI DIY: Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih, sedang memaparkan kondisi inflasi melalui secara online, Rabu (1/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Inflasi DIY Maret 2026 sebesar 0,45 persen, turun dari Februari 0,68 % .
  • Inflasi YoY tercatat 4,08?n YtD sebesar 0,97 % .
  • Pendorong utama inflasi: makanan, transportasi, dan perawatan pribadi.
  • Kenaikan dipicu harga BBM, ayam, bayam, tomat, dan emas.
  • Gunungkidul tertinggi bulanan, Kota Yogyakarta tertinggi tahunan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Pusat Statistik DI Yogyakarta, mencatat pada Maret 2026, DIY mengalami inflasi sebesar 0,45 persen. 

Angka itu dinilai lebih kecil dibandingkan Februari 2026 yang mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. 

"Kalau kita lihat secara month-to-month (MtM) tercatat sebesar 0,45 persen, kemudian inflasi secara year-on-year (YoY) tercatat sebesar 4,08 persen, dan year-to-date (YtD) tercatat sebesar 0,97 persen," kata Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih, melalui keterangan resmi BPS DIY, Rabu (1/4/2026).

Berdasar kelompok pengeluaran

Dikatakannya, inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran MtM kalau dilihat pada makanan, minuman, dan tembakau terdapat inflasi yang paling tinggi sebesar 1,05 persen dengan andil 0,29 persen. 

Selanjutnya, terdapat kelompok transportasi dengan pergerakan inflasi 0,46 persen atau andil 0,06 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 0,72 persen dan 0,05 persen.

Artinya, secara bulanan, kenaikan harga pada Maret 2026 terutama dipicu oleh tiga kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong inflasi terbesar, mencerminkan kenaikan harga bahan pangan yang dirasakan langsung oleh rumah tangga.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya disebabkan oleh kenaikan harga daging ayam ras, kemudian bayam dan tomat," ucap dia.

Tekanan fluktuasi BBM

Tekanan serupa juga datang dari kelompok transportasi yang memberikan sumbangan inflasi terbesar kedua, seiring dengan fluktuasi harga bahan bakar dan tarif angkutan antar kota. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut menyumbang inflasi seiring meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan perawatan pribadi. 

"Sebaliknya, untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi pada Maret 2026 (laju inflasi -0,02 persen dan andil inflasi -0)," ujar Endang.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi, mengindikasikan bahwa persaingan tarif di sektor telekomunikasi masih memberikan manfaat bagi konsumen.

"Andil inflasi dan deflasi MtM di DIY pada Maret 2026. Untuk lima komoditas andil inflasi terbesar yang pertama adalah bensin (0,05 persen). Kemudian, daging ayam ras (0,05 persen), emas perhiasan (0,05 persen), bayam (0,03 persen), dan tomat (0,02 persen)," paparnya.

BBM non subsidi

Untuk bensin dikarenakan harga Pertamax atau bahan bakar minyak nonsubsidi mengalami kenaikan. Lalu, daging ayam ras terpantau mengalami kenaikan dikarenakan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa dan Lebaran.

"Kalau emas dan perhiasan, ini karena keadaan global yang mengalami perubahan, naik maupun turun di tingkat global," katanya.

Selanjutnya, terdapat andil deflasi berupa angkutan udara -0,02 persen, wortel -0,02 persen, bawang putih -0,01 persen, pisang -0,01 persen, serta cabai hijau -0,01 persen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved