Kenali dan Waspadai Heatstroke, Sengatan Panas Renggut Nyawa Mahasiswa RI!
Kasus meninggalnya Muhammad Athaya akibat heatstroke di Austria membuka mata. Ketahui tanda, bahaya, dan cara pencegahan heatstroke sekarang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM- Kabar duka meninggalnya Muhammad Athaya Helmi Nasution (18), seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Belanda menjadi sorotan
Athaya menghembuskan napas terakhir pada 27 Agustus 2025 di Wina, Austria, akibat heatstroke atau sengatan panas.
Menurut keterangan resmi PPI Belanda dalam akun instagram @ppibelanda, Athaya mengalami heatstroke setelah mendampingi kegiatan sejak pagi hingga malam dalam rangkaian kunjungan tertutup pejabat RI di Wina.
PPI juga mengecam dugaan kelalaian dari pihak event organizer (EO) dan koordinator liaison officer (LO) yang tidak memberikan perlindungan memadai terhadap kondisi lapangan yang panas dan melelahkan.
Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang bahaya heatstroke yang bagi sebagian orang mungkin kerap disepelekan.
Mengenal Apa Itu Heatstroke?
Heatstroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga mencapai 40°C atau lebih.
Kondisi ini membuat tubuh tidak lagi mampu mendinginkan diri melalui mekanisme alami, seperti berkeringat.
Akibatnya, organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal bisa mengalami kerusakan permanen.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa heatstroke ini berbeda dengan heat exhaustion (kelelahan akibat panas).
Jika heat exhaustion masih bisa ditangani dengan istirahat dan hidrasi, heatstroke memerlukan penanganan medis darurat karena berpotensi berujung pada koma hingga kematian.
Tanda-Tanda Heatstroke yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa gejala heatstroke yang wajib diwaspadai:
- Suhu tubuh meningkat hingga 40°C atau lebih.
- Kulit memerah tetapi kering (tidak berkeringat).
- Pusing hebat dan sakit kepala.
- Mual hingga muntah.
- Kelemahan otot dan kram.
- Jantung berdebar kencang.
- Perubahan perilaku seperti kebingungan, gelisah, atau linglung.
- Kejang hingga pingsan.
Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa tubuh sudah dalam kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Heatstroke
Jika seseorang diduga mengalami heatstroke, ada langkah cepat yang bisa dilakukan sebelum mendapatkan bantuan medis:
- Segera pindah ke tempat teduh atau ruangan ber-AC.
- Longgarkan pakaian agar tubuh bisa lebih mudah mendingin.
- Kompres dengan kain basah atau gunakan kipas untuk menurunkan suhu.
- Hubungi layanan darurat sesegera mungkin.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Teh Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh Kita
Cara-Cara Untuk Mencegah Heatstroke
Pada dasarnya, heatstroke adalah kondisi yang bisa dicegah.
Berikut adalah beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan risiko, terutama saat cuaca panas atau aktivitas luar ruangan:
- Gunakan pakaian longgar, berbahan ringan, dan berwarna terang untuk memantulkan panas.
- Kenakan topi bertepi lebar atau payung untuk melindungi kepala dari sinar matahari langsung.
- Oleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada kulit yang terpapar.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur, meskipun tidak merasa haus.
- Hindari aktivitas berat di luar ruangan saat suhu sedang tinggi.
| Wujudkan Kampus Hijau, UII Jadikan Kawasan Embung Pelang Ruang Terbuka dan Pusat Aktivitas Mahasiswa |
|
|---|
| Musim Perdana Campus League 2026 Resmi Diluncurkan, Ajang Atlet Mahasiswa untuk Karier Profesional |
|
|---|
| Jemaah Kloter I Masuk Hotel Asrama Haji DIY, Langsung Dapat Kartu Nusuk dan Uang Saku Rp 3,5 Juta |
|
|---|
| Penjelasan UAD Yogyakarta Soal Insiden 12 Mahasiswa Terjebak di Lift Kampus |
|
|---|
| Timnas U-17 Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal ASEAN Championship U-17 2026, Ini Kata Kurniawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/athaya-heartstroke-09092925.jpg)