Respons FIB UGM Soal Mahasiswanya yang Ditemukan Meninggal Dunia saat Glamping di Temanggung

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof Setiadi, mengatakan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sangat berduka atas meninggalnya Bagas Amar Hakiki

Tayang:
dok.humas UGM
ILUSTRASI - Gedung Rektorat UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang mahasiswa Sastra Perancis Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagas Amar Hakiki, ditemukan meninggal dunia bersama kedua orangtua dan adiknya saat glamping di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. 

Keluarga tersebut ditemukan terbujur kaku oleh petugas, Rabu (27/5/2026).

Saat itu, petugas mendatangi tenda keluarga tersebut untuk meminta check out sekitar pukul 11.45 WIB.

Namun kala itu tidak ada respon dari penghuni tenda.

Petugas kemudian mendatangi tenda sekitar pukul 15.00 WIB dan akhirnya membuka tenda tersebut.

Saat dibuka, keempatnya sudah meninggal dunia.

Terkait dengan peristiwa tersebut, pihak kampus membenarkan Bagas Amar Hakiki merupakan mahasiswanya.  

Baca juga: Soal Kekerasan Geng Sekolah di DIY, Peneliti SOREC UGM Sebut Pelajar Kehilangan Ruang Olah Rasa

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof Setiadi, mengatakan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sangat berduka atas meninggalnya Bagas Amar Hakiki.

"Menurut berita yang kami dengar seperti itu. FIB sangat berduka atas meninggalnya mahasiswa kami," katanya, Kamis (28/5/2026).

Pihaknya masih belum mendapatkan informasi terkini terkait penyebab kematian mahasiswa dan keluarganya itu.

Pihaknya juga menunggu dari pihak kepolisian, lantaran kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

"Semoga hasil penyelidikan polisi bisa memastikan penyebab meninggalnya Mas Bagas. Kami masih terus menungu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kami tidak memiliki informasi lain terkait peristiwa ini," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved